Rabu, 27 Mei 2026

Indonesia Cepat Tanggapi Tarif AS, Ajukan Proposal Adil dan Komprehensif

Minggu, 04 Mei 2025 12:24 WIB
Indonesia Cepat Tanggapi Tarif AS, Ajukan Proposal Adil dan Komprehensif
Petikemas di pelabuhan Indonesia siap untuk ekspor. Pemerintah Indonesia bergerak cepat menghadapi tarif AS dengan mengusulkan proposal dagang yang komprehensif dan adil. (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia bergerak cepat dalam merespons kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap beberapa negara mitranya, termasuk Indonesia. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas ekspor dan memperkuat hubungan dagang bilateral yang lebih seimbang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangan resminya pada Kamis (1/5/2025), menjelaskan bahwa Indonesia telah segera mengajukan proposal konkret kepada pemerintah AS. Surat resmi telah dikirimkan kepada sejumlah lembaga pemerintah AS, termasuk United States Trade Representative (USTR), Departemen Perdagangan AS (US Commerce), dan Departemen Keuangan AS (US Treasury). Airlangga menyampaikan bahwa respons yang diterima Indonesia sangat positif.

“Indonesia merespons cepat. Kita berkirim surat kepada Pemerintah Amerika, baik itu ke USTR, ke US Commerce, bahkan terakhir kepada US Treasury. Dan respons Indonesia ternyata direspon positif oleh Amerika. Sehingga Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang diundang untuk dijadwalkan perbicaraan dengan Amerika,” ujar Airlangga.

Sebagai negara yang mengambil langkah cepat, Indonesia mendapat apresiasi dan menjadi salah satu negara pertama yang terlibat dalam pembahasan lebih lanjut dengan AS. Indonesia diundang untuk berdialog dan membahas solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.

Pemerintah Indonesia pun telah menyiapkan paket kebijakan yang terdiri dari langkah-langkah strategis, termasuk pembentukan satuan tugas khusus yang bertugas untuk menangani isu tersebut secara langsung.

Langkah ini juga didorong oleh upaya memperkuat komunikasi dengan negara mitra strategis lainnya, seperti Malaysia, Singapura, Uni Eropa, dan China, yang memiliki pengaruh besar dalam perdagangan global.

Proposal yang diajukan Indonesia dinilai komprehensif dan adil (comprehensive and fair), dengan mencakup revitalisasi perjanjian dagang yang telah ada, termasuk Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) antara Indonesia dan AS serta ASEAN-AS.

Dalam proposal tersebut, Indonesia juga menawarkan format perjanjian dua arah yang bertujuan untuk memperkuat dan menyeimbangkan hubungan ekonomi bilateral.

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia juga tengah mendorong diversifikasi pasar ekspor. Meskipun AS tetap menjadi mitra dagang utama, Indonesia kini semakin fokus pada Eropa sebagai pasar strategis berikutnya.

Salah satu langkah konkret dalam hal ini adalah percepatan penyelesaian perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), yang diharapkan dapat memberikan akses yang lebih luas bagi produk Indonesia di pasar Eropa.

Selain itu, Indonesia juga terus mendorong reformasi dalam negeri yang sejalan dengan proses aksesi ke Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) serta Kemitraan Trans-Pasifik Komprehensif dan Progresif (CPTPP).

Langkah-langkah ini diyakini akan membuka lebih banyak peluang bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Dengan langkah-langkah proaktif ini, Indonesia berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan memperkuat posisi di panggung perdagangan internasional, sambil terus menjalin hubungan ekonomi yang saling menguntungkan dengan mitra-mitranya. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
PKK Jateng Dorong Penguatan Ekonomi Keluarga Lewat Program Kapulaga
Pamekasan Pecahkan Rekor MURI SAIH, Mendikdasmen Ajak Wujudkan Generasi Emas 2045
Indonesia Percepat Transformasi Pengendalian Kanker Lewat Deteksi Dini dan Kolaborasi Global
SC Paderborn 07 Promosi ke Bundesliga, VfL Wolfsburg Terdegradasi Setelah 29 Musim
FIFA dan PSSI Gelar Kampanye “Be Active” untuk Dorong Gaya Hidup Sehat Anak
Pertamina Perkuat Transformasi Digital Berbasis AI, Targetkan EBITDA US$300 Juta pada 2027
komentar
beritaTerbaru