Rabu, 22 Juli 2026

Polri Siapkan Empat Strategi Kawal Panen Jagung dan Lindungi Petani

Kamis, 01 Mei 2025 12:00 WIB
Polri Siapkan Empat Strategi Kawal Panen Jagung dan Lindungi Petani
Irwasum Polri Komjen Dedi Prasetyo memimpin rapat Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri bersama jajaran, membahas strategi Panen Raya Tahap II komoditas jagung, Jakarta, Selasa (29/4/2025). (Dok/Humas Polri)
Jakarta (buseronline.com) - Polri melalui Gugus Tugas untuk Mendukung Ketahanan Pangan tengah bersiap menyambut Panen Raya Tahap II komoditas jagung. Untuk menjamin keberhasilan panen dan melindungi kesejahteraan petani, empat strategi utama pun disiapkan oleh institusi kepolisian.

Ketua Pelaksana Gugus Tugas sekaligus Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Dedi Prasetyo, menyampaikan strategi tersebut meliputi: pendataan luas lahan dan potensi hasil panen, koordinasi penyerapan jagung sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), pengawasan harga di tingkat petani, serta sosialisasi dan fasilitasi bagi para petani.

“Kami pastikan HPP sebesar Rp5.500 per kilogram benar-benar diterapkan di lapangan. Ini bentuk perlindungan konkret kepada petani dari spekulasi harga,” ujar Komjen Dedi, Selasa.

Polri juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan Perum BULOG di berbagai tingkatan, untuk memastikan distribusi dan penyerapan hasil panen berjalan optimal.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, Dedi meminta percepatan pembangunan infrastruktur logistik seperti gudang dan cold storage di daerah-daerah sentra pertanian.

“Kita harus segera mengidentifikasi hambatan distribusi dan membangun solusi jangka panjang agar panen tidak terhambat logistik,” tambahnya.

Tak hanya itu, pengawasan terhadap praktik pasar juga diperketat. Polri akan menindak tegas pelaku pasar yang merugikan petani melalui permainan harga atau dominasi tengkulak.

Strategi terakhir adalah memperluas sosialisasi kepada petani mengenai HPP dan memperkuat akses langsung antara petani dengan Bulog agar hasil panen terserap tanpa hambatan.

“Polri dan TNI hadir sebagai penggerak dan perekat sumber daya nasional. Kami bukan pelaku usaha, tapi penjaga kedaulatan pangan bangsa,” tegas Komjen Dedi.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya kecepatan eksekusi logistik sebagai kunci menjaga ketersediaan pangan nasional di tengah tantangan krisis global yang masih membayangi. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Mahasiswa dan Dosen PBSI UNIKA Medan Tanam Pohon, Wujudkan Nilai Kepramukaan dan Kepedulian Lingkungan
Pemerintah Percepat Pengembangan Kendaraan Listrik, Siapkan Pabrik Motor Listrik Nasional
PWI Sumut Laporkan Hotman Paris ke Polda Sumut atas Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan
Presiden Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Instrumen Strategis Perkuat Ekonomi Desa
Kapolres Samosir Tegaskan Perang terhadap Narkoba, Illegal Logging dan Judi
Pemkab Garut Gandeng UPI Latih 400 Guru Tingkatkan Kompetensi Literasi dan Numerasi
komentar
beritaTerbaru