Rabu, 27 Mei 2026

Menkeu Indonesia dan Australia Bahas Dampak Tarif Trump dan Tantangan Ekonomi Global

Selasa, 15 April 2025 12:30 WIB
Menkeu Indonesia dan Australia Bahas Dampak Tarif Trump dan Tantangan Ekonomi Global
Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati berjabat tangan dengan Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers usai pertemuan bilateral membahas dinamika ekonomi global dan kebijakan Trump Tariff, Sabtu (12/4/2025). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Keuangan Australia, Jim Chalmers, mengadakan pembicaraan melalui sambungan telepon untuk membahas dampak kebijakan tarif Amerika Serikat yang dikenal sebagai "Trump Tariff" dan dinamika ekonomi global terkini.

Kebijakan ini kembali mendapat perhatian karena pengaruhnya terhadap perdagangan internasional dan kestabilan ekonomi dunia.

Sri Mulyani dalam perbincangan tersebut menjelaskan langkah-langkah strategis Indonesia dalam menjaga pertumbuhan ekonomi meskipun di tengah ketidakpastian global.

“Indonesia terus melakukan deregulasi dan penyederhanaan prosedur ekspor-impor serta investasi. Kami juga terus memperkuat dialog dengan dunia usaha dan pemangku kepentingan untuk merespons perubahan global secara bersama-sama,” ujar Sri Mulyani pada Sabtu.

Selain itu, Menkeu Indonesia juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama regional dan internasional. Indonesia telah berkomitmen untuk mempererat hubungan dalam kerangka ASEAN serta dengan mitra global lainnya seperti Uni Eropa, negara-negara Teluk, Amerika Latin, dan Kanada, guna mendorong perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan.

Di sisi lain, Jim Chalmers menyatakan bahwa pasar keuangan Australia sangat terpengaruh oleh dinamika global meskipun sektor riil di Australia masih relatif stabil.

Ia mengungkapkan bahwa Australia memilih pendekatan diplomatik dan jalur negosiasi dengan Amerika Serikat, bukan mengambil langkah balasan langsung. Jim juga menyampaikan bahwa Australia telah berdiskusi dengan Inggris dan Korea Selatan mengenai kebijakan tarif ini.

Menutup pembicaraan, Jim menegaskan pentingnya kolaborasi antarnegara anggota G20 dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
PKK Jateng Dorong Penguatan Ekonomi Keluarga Lewat Program Kapulaga
Pamekasan Pecahkan Rekor MURI SAIH, Mendikdasmen Ajak Wujudkan Generasi Emas 2045
Indonesia Percepat Transformasi Pengendalian Kanker Lewat Deteksi Dini dan Kolaborasi Global
SC Paderborn 07 Promosi ke Bundesliga, VfL Wolfsburg Terdegradasi Setelah 29 Musim
FIFA dan PSSI Gelar Kampanye “Be Active” untuk Dorong Gaya Hidup Sehat Anak
Pertamina Perkuat Transformasi Digital Berbasis AI, Targetkan EBITDA US$300 Juta pada 2027
komentar
beritaTerbaru