Tangerang (buseronline.com) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka Trade Expo Indonesia (TEI) Ke-39 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Rabu.
Pameran produk ekspor terbesar di Indonesia ini diselenggarakan secara hybrid, menggabungkan format luring dan daring.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menekankan tantangan ekonomi global yang saat ini dihadapi, dengan pertumbuhan ekonomi yang lambat di kisaran 2,6 hingga 2,7 persen dan inflasi global yang diperkirakan mencapai 5,9 persen. Ia juga menyampaikan kekhawatiran terkait dampak perang konvensional dan perang dagang yang mendorong banyak negara menerapkan kebijakan restriksi perdagangan. Hingga saat ini, sebanyak 19 negara telah memberlakukan kebijakan tersebut, yang berdampak pada penurunan volume perdagangan global.
“Indonesia sebagai negara dengan pasar domestik yang besar harus mampu melindungi pasar dalam negeri dan terus memperluas pasar produk lokal ke luar negeri,” tegas Presiden. Ia menekankan pentingnya untuk menguasai pasar domestik sambil merambah pasar internasional.
Presiden Jokowi optimis bahwa situasi perdagangan global yang penuh restriksi dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor. Inflasi tinggi yang dialami banyak negara, menurutnya, membuka peluang bagi produk-produk Indonesia untuk bersaing di pasar internasional.
Melalui Trade Expo Indonesia Ke-39, Presiden berharap momentum ini dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekspor, meningkatkan kualitas dan daya saing produk unggulan Indonesia, serta memperluas jangkauan pasar global. “Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Trade Expo Indonesia Ke-39 saya nyatakan dibuka pada pagi hari ini,” ujarnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Mendag Zulkifli Hasan, Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, dan Pj Gubernur Banten Al Muktabar, bersama sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara, duta besar negara sahabat, kepala daerah, dan pelaku usaha dari dalam dan luar negeri. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar