Kamis, 13 Agustus 2026

Harga Garam Rakyat Anjlok, Pemprov Jateng Minta Petambak Tahan Penjualan

Kamis, 13 Agustus 2026 14:25 WIB
Harga Garam Rakyat Anjlok, Pemprov Jateng Minta Petambak Tahan Penjualan
Kabid Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil DKP Jawa Tengah Lilik Harnadi.
Selain itu, Pemprov Jawa Tengah juga memiliki pabrik garam yang dikelola BUMD PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT). Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 25 ribu ton per tahun.

"Mudah-mudahan petani garam kita masih bisa menahan (penjualan) dulu. Biasanya petambak garam pada saat awal-awal harga masih bagus mereka lepas. Begitu harga mulai turun, nanti akan ditahan di gudang," kata Lilik.

Untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas garam, DKP Jawa Tengah tahun ini juga menganggarkan bantuan 161 rol geomembran kepada kelompok petambak garam.

Selain bantuan tersebut, Bank Indonesia turut memberikan pelatihan produksi garam berstandar nasional. Pemprov Jawa Tengah juga merencanakan bantuan bagi petambak garam miskin melalui Baznas.

"Jadi kita mencoba tidak hanya dari APBD provinsi, tetapi juga lewat bantuan BI dan Baznas. Kalau KKP langsung masuk ke kabupaten," pungkas Lilik. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Mentan Amran Ungkap Kerugian Mafia Beras Bisa Capai Rp100 Triliun
Lahan Tidur 12 Tahun di Banjarnegara Disulap Jadi Lahan Produktif Lewat Revola Jateng Optimis
297 Lansia di Magelang Tengah Lulus Sekolah Lansia, Didorong Tetap Produktif
UPTD PPA Kabupaten Semarang Resmi Beroperasi, 45 Kasus Kekerasan Tercatat hingga Juli 2026
Jateng-Kaltim Sepakati Kerja Sama Lintas Sektor, Potensi Ekonomi Tembus Rp20,2 Triliun
Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Jateng Capai 81 Persen
komentar
beritaTerbaru