Medan (buseronline.com) - Gubernur Sumut Bobby Nasution mengajak sektor bisnis dan dunia usaha memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha menjadi faktor penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Ajakan tersebut disampaikan
Bobby Nasution saat menghadiri jamuan makan malam (networking dinner) menyambut Pekan Raya Sumatera Utara ke-50 Tahun 2026 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Kamis malam.
Acara tersebut dihadiri jajaran BUMD, perusahaan swasta, serta berbagai mitra strategis. Dalam sambutannya, Bobby mengapresiasi seluruh pihak dan sponsor yang telah mendukung penyelenggaraan PRSU ke-50.
Ia mengatakan, PRSU bukan hanya menjadi agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi
Sumut dan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus promosi potensi unggulan daerah.
Di hadapan para pelaku usaha, Bobby menegaskan bahwa sektor swasta merupakan motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional, Sumut, menurutnya, perlu mampu mencapai pertumbuhan ekonomi sekitar 7,1 persen.
"Untuk menutupi tantangan tersebut, harus ada pergerakan dari sektor bisnis yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal
Sumut," ujar Bobby.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumut dalam menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif. Pemprov, kata Bobby, siap memberikan kemudahan dalam proses perizinan dan mendukung berbagai kegiatan investasi.
Selain itu, Bobby meminta para pelaku usaha menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi agar pemerintah dapat memberikan solusi yang tepat.
"Kami ingin mendengar apa saja persoalan di lapangan dan apa yang perlu kami lakukan dari sisi pemerintah daerah untuk mendukung ekspansi usaha Bapak dan Ibu sekalian. Semakin besar usaha Anda berkembang, semakin besar pula dampak penyerapan lapangan pekerjaan bagi masyarakat," katanya.
Sementara itu, Direktur PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) Perseroda, Ferry Indra, mengatakan PRSU ke-50 dirancang sebagai ajang yang mempersatukan potensi daerah sekaligus memperkuat promosi budaya dan ekonomi kreatif
Sumut.
Menurut Ferry, selain diikuti 33 kabupaten/kota di Sumut, PRSU tahun ini juga melibatkan sejumlah provinsi di Indonesia dan negara sahabat, termasuk perwakilan dari Pulau Pinang, Malaysia.
Ia menjelaskan, sekitar 75 persen konten yang ditampilkan merupakan karya asli
Sumut yang telah melalui proses kurasi ketat. Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan pertunjukan yang lebih berkualitas sekaligus meningkatkan nilai ekonomi budaya lokal.
Berbagai kegiatan dan kompetisi, seperti lomba tari kontemporer, kreasi video, hingga film pendek dijadwalkan mulai berlangsung pada Juli 2026 dengan melibatkan para juri profesional.
Acara networking dinner tersebut juga dihadiri Pj Sekretaris Daerah Provinsi
Sumut Sulaiman Harahap, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi
Sumut, pimpinan perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, serta para pemangku kepentingan dan mitra strategis PRSU. (P3)
beritaTerkait
komentar