Di sisi lain, Kepala Bursa Efek Indonesia Perwakilan Jawa Tengah, Fanny Rifqi El Fuad, menyebut
obligasi daerah memiliki potensi besar untuk mendukung percepatan pembangunan.
Menurutnya,
obligasi daerah memiliki karakteristik dapat diperjualbelikan kembali di pasar sehingga memberikan fleksibilitas bagi investor saat membutuhkan likuiditas.
"Obligasi daerah memiliki karakteristik dapat diperjualbelikan kembali di pasar, sehingga investor memiliki fleksibilitas ketika membutuhkan likuiditas," ujarnya.
Fanny menambahkan, BEI berperan sebagai fasilitator perdagangan instrumen tersebut agar transaksi berjalan transparan dan efisien.
Selain saham, pasar modal juga menyediakan instrumen efek bersifat utang seperti obligasi dan sukuk yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah. (R)
beritaTerkait
komentar