Praktik serupa juga dilakukan SMPN 1 Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi. Sekolah tersebut mengintegrasikan pendidikan konservasi ke dalam kurikulum melalui kegiatan penanaman mangrove, aksi bersih pantai, penggunaan tumbler, serta pengelolaan sampah organik dan anorganik secara terpisah.
Berbagai upaya tersebut menunjukkan bahwa pendidikan berkelanjutan tidak hanya membentuk pengetahuan peserta didik, tetapi juga membangun karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan, Indonesia diharapkan mampu mencetak generasi yang memahami, mencintai, dan bertanggung jawab terhadap alam demi masa depan yang lebih baik. (R)
beritaTerkait
komentar