Senin, 22 Juni 2026

Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Berkelanjutan untuk Siapkan Generasi Peduli Lingkungan

Senin, 22 Juni 2026 15:30 WIB
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Berkelanjutan untuk Siapkan Generasi Peduli Lingkungan
Kepala BKPDM Kemendikdasmen Toni Toharudin dalam pemaparan di Jakarta, Senin (14/6/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat implementasi Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (Education for Sustainable Development/ESD) guna menyiapkan generasi yang mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan, seperti perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan persoalan sosial yang semakin kompleks.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan bahwa ESD di Indonesia tidak diterapkan sebagai mata pelajaran baru, melainkan diintegrasikan ke dalam seluruh proses pembelajaran.

"Perubahan iklim bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga isu pendidikan. Karena itu, pendidikan harus membekali generasi muda dengan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan bertindak demi masa depan yang berkelanjutan," ujar Toni dalam pemaparan di Jakarta, Senin.

Implementasi pendidikan berkelanjutan telah dilakukan di berbagai daerah melalui pendekatan yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Salah satu praktik baik berasal dari Kabupaten Wakatobi yang memanfaatkan kekayaan alam daerah sebagai sumber belajar melalui keberadaan Cagar Biosfer UNESCO dan Taman Nasional Wakatobi.

Bupati Wakatobi, Haliana menjelaskan bahwa peluncuran paket pembelajaran "Wakatobiku" menjadi langkah penting untuk menanamkan nilai-nilai konservasi kepada generasi muda sejak usia dini.

Paket pembelajaran tersebut dikembangkan melalui berbagai media interaktif seperti buku cerita, permainan edukatif, dan video animasi yang mengangkat kekayaan ekosistem terumbu karang, mangrove, serta kehidupan masyarakat pesisir.

"Jika kita ingin menjaga laut, kita harus mendidik generasi yang mencintai laut. Jika kita ingin melestarikan alam, kita harus menanamkan nilai konservasi sejak usia dini," katanya dilansir dari laman Kemendikdasmen.

Semangat pendidikan berkelanjutan juga tercermin dalam berbagai program yang dijalankan sekolah. Guru SDN Kelapa Dua Wetan, Nining, menjelaskan bahwa sekolahnya telah menerapkan program kepedulian lingkungan melalui pemilahan sampah, pengolahan sampah menjadi pupuk, ecoenzim, maggot, dan produk daur ulang, hingga pembentukan bank sampah sekolah.

Menurutnya, program Adiwiyata penting diterapkan bukan sekadar untuk meraih penghargaan, tetapi untuk membangun budaya peduli lingkungan sejak dini. Hasilnya, peserta didik semakin terbiasa memilah sampah, menghemat penggunaan air dan listrik, serta memiliki kepedulian yang lebih tinggi terhadap lingkungan.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Percepat Pemulihan Pendidikan Pascabencana di Sumatera
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Berkelanjutan Melalui Pembelajaran Berbasis Lingkungan
Kemendikdasmen Tegaskan Kesetaraan Pendidikan bagi Siswa Sekolah Negeri dan Swasta
Kemendikdasmen Gelar Sosialisasi EKKA 2026 untuk Siapkan Talenta AI Muda
Kemendikdasmen Perkuat Kolaborasi Regional untuk Pendidikan Inklusif dan Berbasis Bukti
Dua Inovasi Digital Kemendikdasmen Raih Pengakuan Dunia di WSIS Prizes 2026
komentar
beritaTerbaru