Jakarta (buseronline.com) - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap optimistis dan bersatu mengawal agenda besar swasembada pangan nasional yang saat ini tengah dijalankan pemerintah.
Menurut
Ahmad Yohan, berbagai tantangan seperti perubahan iklim, gejolak
ekonomi global, hingga dinamika pangan dunia tidak boleh membuat Indonesia kehilangan kepercayaan diri dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional secara mandiri.
"Kita harus tetap optimistis. Bangsa ini memiliki sumber daya, lahan, petani, teknologi, dan kemampuan untuk mewujudkan swasembada pangan. Tantangan pasti ada, termasuk perubahan iklim dan El Nino, tetapi faktanya kita mampu menghadapinya dengan berbagai langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah bersama petani di seluruh Indonesia," kata Ahmad Yohan dilansir dari laman Kementan.
Ia menilai agenda
swasembada pangan bukan sekadar program pemerintah, melainkan agenda strategis nasional yang menyangkut masa depan bangsa, kedaulatan negara, ketahanan nasional, dan kesejahteraan rakyat.
Menurutnya, di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, Indonesia harus terus memperkuat kemampuan memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri agar tidak bergantung pada negara lain.
Kemampuan memproduksi pangan sendiri disebut menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan global.
"Karena itu saya mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan. Jangan sampai kita terjebak oleh berbagai narasi yang justru melemahkan semangat membangun kemandirian pangan nasional. Ketika bangsa ini sedang bergerak menuju swasembada, yang dibutuhkan adalah dukungan, pengawasan, dan kritik yang konstruktif, bukan pesimisme yang tidak berdasar," ujarnya.
Ahmad Yohan menegaskan keberhasilan
swasembada pangan hanya dapat dicapai apabila seluruh pihak menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan sektoral.
Karena itu, narasi yang membangun semangat, persatuan, dan kepercayaan terhadap kemampuan bangsa perlu terus dikedepankan agar energi nasional tetap terfokus pada pencapaian tujuan bersama.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpancing narasi pesimisme terkait kondisi iklim yang berkembang belakangan ini.
"Banyak yang memprediksi bahwa Indonesia akan mengalami Godzilla El Nino. Padahal menurut BMKG maupun BRIN, kemungkinan Indonesia mengalami Godzilla El Nino tergolong kecil. Jangan sampai muncul narasi-narasi yang bisa membuat masyarakat panik dan stabilitas negara terganggu," katanya.
Menurut
Ahmad Yohan, keberhasilan Indonesia mengurangi ketergantungan impor pangan tentu tidak selalu disukai semua pihak. Semakin kuat kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, semakin kuat pula posisi bangsa dalam menghadapi tekanan global.
"Kita harus menyadari bahwa swasembada pangan adalah simbol kemandirian bangsa. Ketika Indonesia semakin mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, tentu ada pihak-pihak yang tidak nyaman karena selama ini memperoleh keuntungan dari ketergantungan impor. Karena itu kita harus semakin solid dan tidak mudah diadu domba oleh berbagai isu yang dapat memecah belah bangsa," tegasnya.
beritaTerkait
komentar