Minggu, 19 Juli 2026

Tinjau Kasus Stunting di NTT, Menkes Budi Minta Kelor Diteliti Serius

Minggu, 05 Maret 2023 12:25 WIB
Tinjau Kasus Stunting di NTT, Menkes Budi Minta Kelor Diteliti Serius
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin kunjungan kerja meninjau kasus stunting di NTT, Sabtu (4/3/2023). (Dok/Kemenkes RI)
Kupang (buseronline.com) - Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin kunjungan kerja meninjau kasus stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia minta pemerintah daerah NTT meneliti kelor dengan serius. "Saya minta ke Pemda ini (kelor) kita masukkan penelitian karena kelor itu kan kaya akan gizi," katanya.

Seperti diketahui, NTT merupakan salah satu wilayah dengan tumbuhan kelor yang cukup banyak di Indonesia. Kelor menjadi makanan tradisional dan tanaman herbal Indonesia.

Budi ingin menjadikan kelor sebagai tanaman herbal terbaik khas Indonesia sebagaimana ginseng dari Korea. Saya pengen mengimbangi seperti ginsengnya Korea, dibikin penelitian yang serius untuk masuk dunia internasional, ucapnya.

Tumbuhan kelor memiliki daun, biji, dan akar yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Kelor telah lama dikenal sebagai tanaman obat yang berkhasiat.

Daun kelor kaya akan nutrisi, seperti protein, vitamin A, vitamin C, kalsium, dan zat besi. Oleh karena itu, daun kelor sering digunakan sebagai bahan makanan atau suplemen nutrisi untuk membantu mencegah atau mengatasi berbagai penyakit.

Selain daunnya, biji kelor juga memiliki banyak manfaat. Biji kelor mengandung minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai bahan bakar nabati. Selain itu, minyak biji kelor juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik atau obat-obatan.

Kelor atau Moringa Oleifera cukup populer di NTT karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat setempat. Daun kelor di NTT biasanya diolah menjadi sayur atau lalapan, yang diolah dengan bumbu khas NTT.

Di samping itu, kelor juga memiliki potensi sebagai sumber pangan alternatif untuk mengatasi masalah kelaparan di daerah-daerah terpencil di NTT.

Kandungan nutrisi yang tinggi pada kelor, seperti protein, vitamin, dan mineral, dapat membantu mengatasi kekurangan gizi dan memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat setempat.

Setibanya di Kupang, Menkes Budi mencicipi pangan olahan dari kelor, mulai dari biskuit, bubur, teh, dan roti.

Jadi kita akan menjadikan kelor sebagai salah satu makanan tradisional dan herbal Indonesia, kita akan riset secara formal. Kita dukung risetnya supaya bisa diterima di kalangan internasional, tuturnya.
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
beritaTerkait
Kominfo Kota Medan Ajak Mahasiswa Manfaatkan AI Secara Bijak dan Kritis
Wamenkes: One Health Jadi Kunci Kemandirian dan Kedaulatan Kesehatan Indonesia
Presiden Prabowo Targetkan Swasembada Gula Tercapai dalam Dua Tahun
KPK Dorong Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Dana Otsus Papua
Romeny dan Hubner Tampil, Fortuna Sittard Takluk 1-3 dari Olympiacos
Reynaldi Junior Raih Podium pada Race 1 R3 BLU CRU Asia Pacific 2026 di Mandalika
komentar
beritaTerbaru