Kamis, 22 Oktober 2026

Bahas Kualitas Udara Jabodetabek, Presiden Instruksikan Penanganan Jangka Pendek Hingga Panjang

Senin, 14 Agustus 2023 15:46 WIB
Bahas Kualitas Udara Jabodetabek, Presiden Instruksikan Penanganan Jangka Pendek Hingga Panjang
Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas bersama sejumlah jajarannya untuk membahas kualitas udara di wilayah Jabodetabek yang dinilai sangat buruk dalam sepekan terakhir yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/8/2023).
Jakarta (buseronline.com) - Presiden RI Ir H Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas bersama sejumlah jajarannya untuk membahas kualitas udara di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) yang dinilai sangat buruk dalam sepekan terakhir.

Rapat tersebut digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/8/2023).

“Rapat terbatas pada siang hari ini kita akan membahas mengenai kualitas udara di Jabodetabek yang selama satu pekan terakhir kualitas udara di Jabodetabek sangat-sangat buruk dan tanggal 13 Agustus 2023 kemarin indeks kualitas udara di DKI Jakarta di angka 156 dengan keterangan tidak sehat,” kata Presiden Jokowi.

Menurutnya, buruknya kualitas udara di Jabodetabek disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kemarau panjang selama tiga bulan terakhir yang menyebabkan peningkatan konsentrasi polutan tinggi.

Selain itu, faktor pembuangan emisi dari transportasi dan aktivitas industri di Jabodetabek turut menyebabkan buruknya kualitas udara di Jabodetabek dalam beberapa waktu terakhir.

Untuk itu, Presiden Jokowi menyampaikan arahan kepada jajarannya untuk dapat ditindaklanjuti dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Dalam jangka pendek, Presiden Jokowi berkata secepatnya harus dilakukan intervensi yang bisa meningkatkan kualitas udara di Jabodetabek menjadi lebih baik.

“Kemudian juga rekayasa cuaca untuk memancing hujan di kawasan Jabodetabek, dan menerapkan regulasi untuk percepatan penerapan batas emisi EURO 5 dan EURO 6, khususnya di Jabodetabek,” ungkapnya.

Kemudian perbanyak ruang terbuka hijau, dan tentu saja ini memerlukan anggaran, siapkan anggaran.

"Dan jika diperlukan, kita harus berani mendorong banyak kantor melaksanakan hybrid working, work from office, work from home, mungkin saya enggak tahu nanti dari kesepakatan di rapat terbatas ini apakah 75-25 atau angka yang lain,” sambungnya.

Dalam jangka menengah, Presiden Jokowi meminta jajarannya konsisten melaksanakan kebijakan mengurangi penggunaan kendaraan berbasis fosil.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mendorong agar semua pihak segera beralih ke transportasi massal seperti Lintas Rel Terpadu (LRT), Moda Raya Terpadu (MRT), hingga kereta cepat.

“Saya kira bulan ini LRT segera dioperasionalkan, MRT juga sudah beroperasi, kemudian kereta cepat bulan depan juga sudah beroperasi, dan juga percepatan elektrifikasi kendaraan umum dengan bantuan pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, untuk jangka panjang, Kepala Negara RI meminta jajarannya memperkuat aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Presiden Jokowi juga meminta jajarannya melakukan pengawasan terhadap sektor industri dan pembangkit listrik, terutama di sekitar Jabodetabek. (R3)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Revitalisasi Sekolah di Papua Capai Rp208 Miliar, SMAN 2 Jayapura Bangun Fasilitas Baru
PSG Tekuk Barcelona 4-2, Les Parisiens Pertahankan Rekor Sempurna di Liga Champions
Green House Melon Premium di Bekasi Panen Perdana, Hasilkan 160 Buah
Liverpool Comeback Dramatis, Taklukkan Villarreal 4-3 di Anfield
AS Roma Pesta Gol ke Gawang Slovan Bratislava, Menang Telak 4-0 di Liga Champions
Serhou Guirassy Borong Dua Gol, Borussia Dortmund Kalahkan Sabah FK 2-1
komentar
beritaTerbaru