Semarang (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya menjaga sinergi dan kolaborasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mendukung stabilitas keamanan, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.
Dilansir dari laman Jatengprov, hal itu disampaikan
Ahmad Luthfi saat menghadiri acara pisah sambut Pangdam IV/Diponegoro di Balai Diponegoro, Markas Kodam IV/Diponegoro, pada 19 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menandai pergantian kepemimpinan dari Mayjen TNI Achiruddin Darojat kepada Mayjen TNI Sudaryanto. Luthfi mengatakan, Kodam IV/Diponegoro merupakan mitra strategis pemerintah daerah.
Peran TNI tidak hanya penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI telah diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari percepatan pembangunan desa melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), penguatan ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, hingga penanganan bencana.
Sinergi tersebut juga menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas wilayah
Jawa Tengah agar tetap aman dan mendukung aktivitas perekonomian.
"Keamanan dan ketertiban adalah jaminan untuk menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Saat ini pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 5,8 persen, di atas rata-rata nasional. Angka kemiskinan kita juga turun menjadi 9,21 persen. Itu semua berkat kolaborasi seluruh Forkopimda," ujar Luthfi.
Dalam kesempatan itu, Luthfi menyampaikan terima kasih kepada Mayjen TNI Achiruddin Darojat atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Pangdam IV/Diponegoro. Achiruddin selanjutnya mendapat penugasan baru sebagai Wakil Asisten Teritorial Panglima TNI.
Luthfi juga menyambut Mayjen TNI Sudaryanto yang kini mengemban amanah sebagai Pangdam IV/Diponegoro. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin selama ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Menurut Luthfi, kesinambungan koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur Forkopimda diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan sekaligus menjaga keamanan di
Jawa Tengah.
beritaTerkait
komentar