Medan (buseronline.com) - Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Pj Sekdaprov Sumut) Timur Tumanggor mendorong Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Sumut untuk memperkuat pemberdayaan perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing.
Menurut Timur, kemandirian ekonomi perempuan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 BKOW Sumut di halaman Kantor BKOW Sumut, Jalan Teuku Cik Ditiro Nomor 104, Medan, pada 20 Oktober 2026.
Peringatan tahun ini mengusung tema "Menguatkan Peran Perempuan sebagai Penggerak Ekonomi Keluarga yang Kreatif dan Berdaya Saing".
"Lima puluh enam tahun perjalanan BKOW merupakan bukti panjangnya semangat pengabdian dan kebersamaan dalam menghimpun berbagai organisasi perempuan. Perjalanan ini patut kita hargai, sekaligus menjadi dorongan untuk terus menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat," ujar Timur.
Ia mengatakan, ketahanan keluarga tidak hanya ditentukan oleh aspek sosial, tetapi juga kekuatan ekonomi. Perempuan memiliki peran strategis dalam mengelola keuangan rumah tangga, mengembangkan usaha produktif, hingga menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.
Karena itu, pemberdayaan ekonomi perempuan perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk membangun keluarga mandiri dan masyarakat sejahtera.
Timur juga mendorong perempuan di Sumatera Utara agar terus meningkatkan keterampilan dan mengembangkan potensi lokal menjadi peluang usaha. Sektor kuliner, kerajinan, fesyen, serta berbagai produk unggulan daerah dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Timur menyampaikan tiga langkah strategis yang perlu diperkuat BKOW bersama organisasi perempuan lainnya.
Pertama, meningkatkan kapasitas dan keterampilan perempuan melalui pelatihan kewirausahaan, peningkatan kualitas produk, pengelolaan keuangan, serta pengembangan usaha berbasis potensi daerah.
Kedua, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital, termasuk media sosial dan platform pemasaran daring, untuk memperluas jangkauan pasar. Pemanfaatan teknologi tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan memahami kebutuhan konsumen, menjaga kualitas produk, dan meningkatkan pelayanan.
Ketiga, memperluas kemitraan dan akses ekonomi melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, perbankan, serta lembaga terkait. Kerja sama ini diharapkan membuka peluang pelatihan, pendampingan, pembiayaan, dan pemasaran bagi pelaku usaha perempuan.
"Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengajak BKOW dan seluruh organisasi perempuan untuk terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan responsif gender," katanya.
Sementara itu, Ketua
BKOW Sumut, Fahrizar Iskandar Hasibuan, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam keluarga dan masyarakat. Selain mendidik generasi penerus, perempuan juga berperan sebagai pemimpin di lingkungan masyarakat serta mitra strategis dalam pembangunan.
Ia berharap pemberdayaan perempuan dapat membuka akses ekonomi yang lebih luas, mendorong pengembangan potensi diri, dan meningkatkan kemandirian, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
beritaTerkait
komentar