Kamis, 22 Oktober 2026

Revitalisasi Sekolah di Papua Capai Rp208 Miliar, SMAN 2 Jayapura Bangun Fasilitas Baru

Kamis, 22 Oktober 2026 11:15 WIB
Revitalisasi Sekolah di Papua Capai Rp208 Miliar, SMAN 2 Jayapura Bangun Fasilitas Baru
Sebanyak 214 lembaga pendidikan di Provinsi Papua telah menandatangani PKS dengan total anggaran lebih dari Rp208 miliar.

Jayapura (buseronline.com) - Pemerintah terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Papua melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, sebanyak 214 lembaga pendidikan di Provinsi Papua telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan total anggaran lebih dari Rp208 miliar.

Hingga Oktober 2026, sebanyak 36 lembaga pendidikan, terdiri atas 13 satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan 23 sekolah menengah pertama (SMP), telah menyelesaikan pembangunan dengan progres 100 persen.

Program tersebut juga melibatkan 2.821 pekerja lokal. Salah satu sekolah yang menerima manfaat program ini adalah SMA Negeri 2 Jayapura.

Sekolah yang memiliki bangunan berusia sekitar 40 tahun tersebut kini menjalani pembangunan dan perbaikan fasilitas dengan anggaran lebih dari Rp2 miliar.

Pelaksana Tugas Kepala SMAN 2 Jayapura, Lea Ansanay, mengatakan bantuan revitalisasi yang awalnya direncanakan untuk merehabilitasi tujuh ruang kelas akhirnya dapat dioptimalkan untuk pembangunan fasilitas yang lebih luas.

Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan tiga ruang kelas baru, rehabilitasi empat ruang kelas, serta perluasan lantai dua untuk tiga ruang kelas.

Lea menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, serta Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kota Jayapura atas dukungan terhadap peningkatan fasilitas pendidikan di sekolahnya.

Menurutnya, pembangunan tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh warga sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Pelaksanaan revitalisasi melalui skema swakelola juga memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Sebagian besar pekerja yang terlibat merupakan orang asli Papua.

Bahkan, seorang pekerja penyandang disabilitas dengan gangguan bicara turut berpartisipasi dalam proses pembangunan.

Selain SMAN 2 Jayapura, program revitalisasi juga memberikan manfaat bagi SMP YPK Sion Dok VIII Jayapura. Sekolah yang berdiri sejak 31 Oktober 1991 itu menerima bantuan dengan anggaran lebih dari Rp1,1 miliar pada 2026.

Kepala SMP YPK Sion Dok VIII Jayapura, Sonya N. Rumanasen, menyampaikan bahwa pekerjaan revitalisasi telah rampung 100 persen selama periode Mei hingga Agustus 2026.

Melalui pengelolaan secara swakelola, sekolah tersebut melakukan perbaikan ruang administrasi dan guru, kantor kepala sekolah, laboratorium IPA, serta ruang kelas.

Optimalisasi pelaksanaan pekerjaan juga memungkinkan perbaikan ruang kelas bertambah dari rencana awal satu ruang menjadi empat ruang kelas.

Sonya berharap peningkatan fasilitas sekolah dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan mendorong lebih banyak orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka di SMP YPK Sion Dok VIII Jayapura.

Dampak revitalisasi juga dirasakan langsung oleh para siswa. Roby Aikarem May, siswa kelas IX SMP YPK Sion Dok VIII Jayapura, mengungkapkan bahwa kondisi sekolah sebelum diperbaiki cukup memprihatinkan.

Saat itu, sejumlah langit-langit mengalami kerusakan, atap seng bocor hingga air hujan masuk ke ruang kelas, serta banyak meja dan kursi yang sudah tidak layak digunakan.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
DPO Jaringan Senjata dan Amunisi Ditangkap di Jayapura
Kemenkes Prihatin atas Pemalangan RS Jayapura, Minta Layanan Kesehatan Tidak Terganggu
Revitalisasi Sekolah Diperkuat, Kemendikdasmen Prioritaskan Daerah 3T dan Sekolah Rusak
Tersangka DPO 7 Tahun Diproses Hukum di Jayapura
Subsatgas Si-Ipar Polres Jayapura Gelar Edukasi Humanis untuk Anak-anak di Kampung Doyo Baru
Kemenkes Bangun RS untuk Pemerataan Akses Kesehatan di Daerah
komentar
beritaTerbaru