Selasa, 18 Agustus 2026

PWI Gelar PWI Fest 2026, Perkuat Kompetensi Wartawan Hadapi Disrupsi AI

Rabu, 29 Juli 2026 21:00 WIB
PWI Gelar PWI Fest 2026, Perkuat Kompetensi Wartawan Hadapi Disrupsi AI
Ketua Umum PWI Akhmad Munir.

Jakarta (buseronline.com) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) akan menggelar PWI Fest 2026 pada 4-5 Desember 2026 di Jakarta. Kegiatan berskala nasional ini diproyeksikan menjadi agenda tahunan PWI yang nantinya akan diselenggarakan secara bergilir di berbagai kota di Indonesia.

PWI Fest 2026 digagas sebagai respons atas perubahan besar yang terjadi di industri media akibat pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kegiatan ini juga menjadi penanda dimulainya rangkaian (kick-off) menuju Hari Pers Nasional (HPN) 2027 yang akan dipusatkan di Provinsi Lampung pada April 2027.

Ketua Panitia PWI Fest 2026, Auri Jaya, mengatakan ajang tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas insan pers, tetapi juga memperkuat hubungan antara media dan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bersifat inklusif.

"Selain menggelar workshop dengan pemateri dari platform global seperti TikTok, Meta, dan Google, kita juga menggelar UMKM Festival. PWI Fest 2026 selain sebagai ajang untuk meng-upgrade kemampuan pekerja pers menyikapi perkembangan digital dan AI, tetapi juga sebagai arena untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat," ujar Auri.

Menurutnya, PWI Fest 2026 akan menghadirkan Workshop Jurnalisme Digital dan AI yang membahas berbagai materi penting, mulai dari Mobile Journalism, verifikasi data melalui Open Source Intelligence (OSINT), hingga keamanan digital. Workshop tersebut ditargetkan diikuti oleh 250 hingga 500 wartawan, editor, dan content creator dari berbagai daerah.

Selain pelatihan, rangkaian kegiatan juga akan dimeriahkan dengan UMKM Festival, kompetisi e-sports, serta panggung hiburan rakyat yang melibatkan kolaborasi pemerintah, BUMN, sektor swasta, dan platform digital.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa dunia pers harus mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

"Perkembangan Artificial Intelligence dan ekosistem digital hari ini telah mengubah peta industri media secara fundamental. Pers Indonesia tidak boleh gagap, ragu, atau sekadar menjadi penonton. Melalui PWI Fest 2026, PWI mengambil langkah konkret untuk memastikan pekerja pers memiliki kapasitas, keterampilan teknis, dan pemahaman etis yang kuat agar mampu memimpin di era transformasi AI," tegas Akhmad Munir.

Ia menambahkan, transformasi teknologi tidak boleh menghilangkan peran pers sebagai bagian dari masyarakat. Karena itu, PWI Fest juga dirancang menjadi ruang kolaborasi antara insan pers, pemerintah, dunia usaha, BUMN, platform digital, dan masyarakat.

"Pers yang kuat adalah pers yang tetap relevan dan menyatu dengan rakyat. PWI Fest bukan hanya ruang pelatihan, tetapi juga ruang terbuka untuk membangun kolaborasi demi menciptakan industri media Indonesia yang independen, kuat secara ekonomi, dan terus memberikan manfaat bagi bangsa," pungkasnya. (Galung)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
HUT ke-81 RI di Tarutung, Bupati Taput Tekankan Penguatan Ekonomi dan SDM
PWI Sumut Buka Reaktivasi KTA yang Mati Lebih dari Setahun
Pertamina Edukasi 110 Pelajar SMA Al-Azhar Medan tentang Pencegahan HIV/AIDS
PD AIJ Sumut Optimistis Kembali Berkontribusi pada PAD Setelah 12 Tahun
Panitia Konferda PWI Sumut Resmi Dibentuk, Rifki Warisan Pimpin OC
Disdik Sumut Dukung Kejuaraan Catur SIWO PWI-STOK Bina Guna Piala Ketua PWI Sumut 2026
komentar
beritaTerbaru