Jumat, 15 Mei 2026

Kemendikdasmen, Kemendagri dan KPK Luncurkan Panduan Pendidikan Antikorupsi 2026

Jumat, 15 Mei 2026 14:45 WIB
Kemendikdasmen, Kemendagri dan KPK Luncurkan Panduan Pendidikan Antikorupsi 2026
Kemendikdasmen, Kemendagri, dan Komisi Pemberantasan Korupsi resmi meluncurkan Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi Tahun 2026 di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Dalam kesempatan itu, pemerintah turut memberikan apresiasi kepada daerah dengan capaian indeks integritas pendidikan tertinggi tahun 2024, yakni DKI Jakarta untuk kategori provinsi, Kuningan untuk kategori kabupaten, dan Sabang untuk kategori kota.

Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi merupakan strategi penting dalam membangun budaya integritas bangsa sejak dini menuju Indonesia Emas 2045. "Pendidikan antikorupsi menjadi bagian penting untuk membentuk generasi yang jujur dan berintegritas," ujarnya.

Menurut Setyo, panduan dan bahan ajar yang diluncurkan menjadi standar nasional pendidikan antikorupsi agar implementasinya berjalan seragam di seluruh daerah.

Ia menjelaskan, panduan tersebut memuat lima kompetensi utama pendidikan antikorupsi, yakni taat aturan, memahami konsep kepemilikan, menjaga amanah, mengelola dilema etis, dan membangun budaya antikorupsi.

Peluncuran Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi Tahun 2026 diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas sejak dini demi mewujudkan Indonesia yang bersih dan bebas korupsi. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
SE Kemendikdasmen Beri Kepastian bagi Guru Non-ASN Tetap Mengajar
Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Guru SD Bahasa Inggris, Siapkan Mapel Wajib Mulai 2027
Kemendikdasmen Perkuat Transparansi dan Daya Tampung dalam SPMB 2026/2027
Kemendikdasmen Luncurkan Buku Saku 7 KAIH dan Album Lagu Kicau
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif Lewat Pelatihan Guru, Dorong Kolaborasi Nasional
Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Guru Pendidikan Inklusif untuk Perkuat Layanan Setara
komentar
beritaTerbaru