Selasa, 03 November 2026

Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Guru Pendidikan Inklusif untuk Perkuat Layanan Setara

Jumat, 24 April 2026 19:00 WIB
Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Guru Pendidikan Inklusif untuk Perkuat Layanan Setara
Program Pelatihan Pendidikan Inklusif diluncurkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, di Aula SMP Negeri 16 Jakarta, pada Senin (20/4/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Program Pelatihan Pendidikan Inklusif bagi guru dan tenaga kependidikan sebagai upaya memperkuat layanan pendidikan yang bermutu, adil, dan merata bagi seluruh peserta didik di Indonesia.

Program tersebut diluncurkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, di Aula SMP Negeri 16 Jakarta, Senin.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mendampingi siswa penyandang disabilitas dan peserta didik berkebutuhan khusus.

Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pendidikan inklusif merupakan bagian dari amanat konstitusi yang wajib diwujudkan dalam sistem pendidikan nasional. Ia juga menekankan pentingnya perubahan cara pandang masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus.

"Setiap anak memiliki potensi yang harus didampingi. Tidak boleh ada stigma bahwa mereka adalah beban atau aib. Mereka adalah anak-anak istimewa yang berhak mendapatkan pendidikan yang optimal," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari pelatihan sebelumnya yang telah diberikan kepada guru tingkat dasar. Peserta yang lolos pelatihan akan memperoleh sertifikasi sebagai Guru Pendidikan Khusus (GPK).

Para GPK tersebut nantinya akan ditempatkan di Unit Layanan Disabilitas di sekolah-sekolah untuk memberikan pendampingan langsung kepada siswa berkebutuhan khusus.

Kemendikdasmen juga menetapkan rasio pendampingan, yakni satu guru untuk maksimal 15 siswa berkebutuhan khusus dalam kondisi tertentu. Tahun 2026, pemerintah menargetkan 1.500 guru mengikuti pelatihan tingkat mahir.

Saat ini, capaian peserta telah mencapai sekitar 60 persen, dan pendaftaran batch kedua masih dibuka melalui laman resmi https://gtk.kemendikdasmen.go.id/pensif/⁠

Program ini juga mencakup pelatihan berbasis praktik lapangan melalui magang selama 10 hari sebagai bagian dari peningkatan kompetensi guru.

Melalui program ini, Kemendikdasmen berharap setiap sekolah di Indonesia mampu menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Luncurkan 16 Produk Kebahasaan dan Kesastraan, Perkuat Budaya Literasi
TKA 2026 Gelombang 1 Tuntas, Diikuti 1,6 Juta Murid SMA dan SMK
Kemendikdasmen dan UNESCO Luncurkan Panduan Keluarga, Perkuat Literasi Digital Anak
Kemendikdasmen Perkuat Literasi Digital Anak, Orang Tua dan Guru Diminta Aktif Mendampingi
Kemendikdasmen Perkuat Empat Pilar Pendidikan, Revitalisasi 59 Ribu Sekolah dan Salurkan 300 Ribu IFP
Kemendikdasmen Hadirkan Buku Amerta, Tanamkan Kesadaran Konservasi Air Sejak Dini
komentar
beritaTerbaru