Jumat, 24 April 2026

Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif Lewat Pelatihan Guru, Dorong Kolaborasi Nasional

Jumat, 24 April 2026 19:30 WIB
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif Lewat Pelatihan Guru, Dorong Kolaborasi Nasional
Peluncuran program di SMP Negeri 16 Jakarta, Senin (20/4/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen terus memperkuat layanan pendidikan inklusif sebagai upaya mewujudkan pemerataan akses pendidikan di seluruh Indonesia.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, program ini dinilai penting untuk memastikan seluruh peserta didik, termasuk penyandang disabilitas, mendapatkan layanan pendidikan yang layak dan bermutu.

Melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikdasmen meluncurkan Program Pelatihan Pendidikan Inklusif bagi Guru dan Tenaga Kependidikan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi keberagaman kebutuhan belajar di sekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pendidikan inklusif membutuhkan kerja sama lintas sektor.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, masyarakat, serta tenaga pendidik menjadi kunci agar layanan pendidikan inklusif dapat berjalan optimal.

"Melayani anak-anak berkebutuhan khusus adalah sebuah kemuliaan. Ini membutuhkan kerja bersama pemerintah, sekolah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar layanan pendidikan inklusif dapat berjalan optimal," ujarnya dalam peluncuran program di SMP Negeri 16 Jakarta, Senin.

Abdul Mu'ti juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas guru, khususnya Guru Pendidikan Khusus (GPK), dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif, inklusif, dan bebas diskriminasi di lingkungan sekolah.

Sementara itu, dukungan datang dari legislatif. Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, mengapresiasi langkah Kemendikdasmen dalam menjawab tantangan di lapangan, terutama terkait keterbatasan guru yang memiliki kompetensi pendidikan inklusif.

"Ini merupakan jawaban atas tantangan di lapangan, khususnya terkait ketersediaan guru yang terlatih dalam pendidikan inklusif," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif membutuhkan dukungan berkelanjutan, termasuk penyediaan sarana prasarana ramah disabilitas, kurikulum yang fleksibel, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keberagaman.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Guru Pendidikan Inklusif untuk Perkuat Layanan Setara
Revitalisasi Sekolah di Magelang Berdampak Nyata, Fasilitas Makin Layak dan Pembelajaran Lebih Optimal
Kemendikdasmen Gelar Dialog Pendidikan Indonesia-Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Kemendikdasmen Rampungkan 349 Sekolah Hasil Revitalisasi di Sumatera Barat
Pemerintah Perkuat Kualitas Guru Demi Pemerataan Pendidikan
Revitalisasi 16 Ribu Sekolah, SD Negeri Tando NTT Jadi Prioritas 2026
komentar
beritaTerbaru