Kamis, 30 April 2026

KPK Gelar Diskusi Film Ghost in The Cell untuk Kampanye Antikorupsi

Kamis, 30 April 2026 11:45 WIB
KPK Gelar Diskusi Film Ghost in The Cell untuk Kampanye Antikorupsi
KPK menggelar diskusi dan refleksi film Ghost in The Cell karya Joko Anwar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar diskusi dan refleksi film Ghost in The Cell karya Joko Anwar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa.

Dilansir dari laman KPK, kegiatan ini diikuti sekitar 400 peserta dan menjadi bagian dari kampanye antikorupsi yang menyasar generasi muda.

Program ini merupakan bagian dari kampanye komunitas "Benar-Benar Aksi", yang dirancang sebagai ruang edukasi publik berbasis pengalaman dan refleksi.

Melalui pendekatan film, KPK berupaya menyampaikan pesan integritas secara lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief mengatakan bahwa film menjadi medium efektif dalam membangun kesadaran antikorupsi karena mampu menyentuh sisi emosional sekaligus reflektif masyarakat.

"Film ini tidak hanya menyoroti pengawasan eksternal, tetapi juga menghadirkan dimensi pengawasan internal berupa suara hati dan integritas pribadi. Tanpa kesadaran individu, sistem pengawasan tidak akan berarti," ujar Amir.

Menurutnya, pemanfaatan budaya populer seperti film menjadi strategi penting untuk memperluas jangkauan edukasi antikorupsi di tengah masyarakat yang semakin terdigitalisasi. Kolaborasi dengan sineas seperti Joko Anwar diharapkan mampu mendekatkan pesan integritas kepada generasi muda.

Selain sebagai tontonan, film Ghost in The Cell juga menjadi sarana refleksi kritis atas isu pengawasan, integritas, dan akuntabilitas dalam kehidupan sosial.

Diskusi yang menyertai pemutaran film diarahkan untuk mendorong internalisasi nilai-nilai tersebut serta memperkuat partisipasi publik dalam gerakan antikorupsi.

Amir menambahkan, film tersebut telah menjangkau 86 negara dan turut diputar dalam Berlin International Film Festival 2026, dengan mengangkat isu universal seperti korupsi, kekuasaan, dan ketidakadilan.

Sementara itu, Joko Anwar menyampaikan bahwa film tersebut dirancang sebagai refleksi sosial terhadap dinamika sistem modern, termasuk dalam konteks birokrasi dan pengawasan.

"Perilaku jujur harus menjadi pilihan sadar, bukan sekadar karena adanya pengawasan. Integritas harus tumbuh dari dalam diri setiap individu," ujarnya.

Ia menjelaskan, latar sel isolasi berteknologi tinggi dalam film merepresentasikan sistem birokrasi modern yang semakin terdigitalisasi yang di satu sisi membuka peluang transparansi, namun di sisi lain menghadirkan tantangan etika baru.

Melalui kegiatan ini, KPK berharap kampanye antikorupsi dapat semakin adaptif, inklusif, dan berdampak luas, serta mampu membangun kesadaran kolektif bahwa perubahan besar dimulai dari tindakan kecil yang berintegritas. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
KPK Dorong Reformasi Tata Kelola Parpol untuk Cegah Korupsi Politik
KPK Dorong Percepatan Sertifikasi Aset di Kutai Timur
KPK dan MA Perkuat Integritas Peradilan Lewat Diklat Antikorupsi bagi Hakim dan Panitera
KPK Bekali Calon Pimpinan Nasional Lewat P4N Lemhannas, Perkuat Pencegahan Korupsi dari Hulu
KPK Serahkan Aset Rampasan Rp20,20 Miliar ke Kejagung
Hari Kartini Jadi Momentum Penguatan Peran Perempuan dalam Gerakan Antikorupsi
komentar
beritaTerbaru