Kamis, 28 Mei 2026

Kemendikdasmen Genjot Sertifikasi Kompetensi dan Bahasa Asing untuk Siswa SMK

Minggu, 12 April 2026 17:20 WIB
Kemendikdasmen Genjot Sertifikasi Kompetensi dan Bahasa Asing untuk Siswa SMK
Bimtek Bantuan Pemerintah Program Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Bahasa Asing tahun 2026 yang digelar di Tangerang, Selasa (7/4/2026).

Tangerang (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi melalui program sertifikasi bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, komitmen tersebut diwujudkan lewat kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Bantuan Pemerintah Program Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Bahasa Asing tahun 2026 yang digelar di Tangerang, Selasa.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq menyatakan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp112,5 miliar untuk sertifikasi kompetensi dan Rp75 miliar untuk sertifikasi bahasa asing bagi siswa SMK.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pendidikan vokasi, sekaligus upaya meningkatkan kesiapan lulusan SMK menghadapi persaingan kerja global.

Baca Juga: Kejati Sulsel Edukasi Hukum JMS di SMK Telkom untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba pada Generasi Muda

"Tahun ini, Kemendikdasmen memberikan dukungan besar untuk memastikan siswa SMK memiliki bekal kuat memasuki dunia kerja yang semakin dinamis," ujar Fajar.

Ia juga menekankan pentingnya perubahan cara pandang siswa SMK agar memiliki orientasi global, meskipun bekerja di daerah masing-masing. Selain penguasaan keterampilan teknis, siswa juga diharapkan memiliki soft skill, mental kompetitif, dan kemampuan adaptasi yang tinggi.

Lebih lanjut, Fajar mendorong lulusan SMK tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga mampu berwirausaha dan berkontribusi dalam memperkuat kelas menengah Indonesia. Sertifikasi kompetensi dan bahasa asing dinilai menjadi kunci penting untuk mencapai hal tersebut.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin mengatakan bahwa penguasaan bahasa asing menjadi faktor krusial dalam membuka akses lulusan SMK ke pasar kerja internasional.

Ia menjelaskan bahwa program sertifikasi bahasa asing tahun ini mencakup berbagai bahasa, seperti Inggris, Jepang, Prancis, Mandarin, dan Jerman. "Tahun 2026, target peserta meningkat menjadi 250 ribu siswa, dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 100 ribu peserta," ungkap Tatang.

Selain sebagai sarana peningkatan kapasitas, kegiatan Bimtek juga menjadi forum koordinasi bagi para kepala sekolah untuk memastikan program berjalan sesuai standar serta berbagi praktik baik.

Melalui program ini, pemerintah berharap lulusan SMK Indonesia semakin kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Digitalisasi Wilayah 3T
Kemendikdasmen Gelar Komitmen Bersama SPMB Ramah 2026/2027, Tekankan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi
Pemerintah Bangun 1.008 Ruang Praktik Siswa untuk Perkuat Pendidikan Vokasi
Kemendikdasmen Dorong Budaya Literasi Anak lewat Lokakarya Membaca Nyaring
Kemendikdasmen, Kemendagri dan KPK Luncurkan Panduan Pendidikan Antikorupsi 2026
SE Kemendikdasmen Beri Kepastian bagi Guru Non-ASN Tetap Mengajar
komentar
beritaTerbaru