Tangerang (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi melalui program sertifikasi bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, komitmen tersebut diwujudkan lewat kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Bantuan Pemerintah Program Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Bahasa Asing tahun 2026 yang digelar di Tangerang, Selasa.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq menyatakan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp112,5 miliar untuk sertifikasi kompetensi dan Rp75 miliar untuk sertifikasi bahasa asing bagi siswa SMK.
Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pendidikan vokasi, sekaligus upaya meningkatkan kesiapan lulusan SMK menghadapi persaingan kerja global.
Baca Juga: Kejati Sulsel Edukasi Hukum JMS di SMK Telkom untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba pada Generasi Muda
"Tahun ini, Kemendikdasmen memberikan dukungan besar untuk memastikan siswa SMK memiliki bekal kuat memasuki dunia kerja yang semakin dinamis," ujar Fajar.
Ia juga menekankan pentingnya perubahan cara pandang siswa SMK agar memiliki orientasi global, meskipun bekerja di daerah masing-masing. Selain penguasaan keterampilan teknis, siswa juga diharapkan memiliki soft skill, mental kompetitif, dan kemampuan adaptasi yang tinggi.
Lebih lanjut, Fajar mendorong lulusan SMK tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga mampu berwirausaha dan berkontribusi dalam memperkuat kelas menengah Indonesia. Sertifikasi kompetensi dan bahasa asing dinilai menjadi kunci penting untuk mencapai hal tersebut.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin mengatakan bahwa penguasaan bahasa asing menjadi faktor krusial dalam membuka akses lulusan SMK ke pasar kerja internasional.
beritaTerkait
komentar