Jumat, 22 Mei 2026

Polri Kirim Ratusan Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara untuk Perkuat Pengamanan

Senin, 06 April 2026 07:00 WIB
Polri Kirim Ratusan Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara untuk Perkuat Pengamanan
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko memberikan keterangan kepada awak media terkait pengiriman personel tambahan untuk memperkuat pengamanan di Papua Tengah dan Maluku Utara. (Dok/Humas Polri)

Jakarta (buseronline.com) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan ratusan personel tambahan ke wilayah Papua Tengah dan Maluku Utara guna memperkuat pengamanan serta merespons perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dilansir dari laman Humas Polri, pengecekan kesiapan pasukan Brimob yang akan bertugas di Papua Tengah dilakukan pada Sabtu (4/4/2026) pukul 12.00 WIB di Mako Brimob dan dipimpin langsung oleh Wakapolri. Dalam operasi ini, Polri menyiapkan total 148 personel gabungan untuk diberangkatkan ke Papua Tengah.

Adapun rincian kekuatan personel tersebut meliputi 100 personel Brimob, 8 personel Itwasum, 10 personel BIK, 26 personel Divpropam yang terbagi untuk dua wilayah, serta 20 personel Bareskrim.

Mereka dijadwalkan berangkat pada Minggu (5/4/2026) pukul 01.00 WIB menggunakan maskapai Batik Air dengan tujuan Nabire.

Sementara itu, untuk penguatan di Maluku Utara, sebanyak 12 personel Divpropam telah diberangkatkan pada Sabtu pagi menggunakan pesawat Beechcraft. Sedangkan 4 personel Itwasum lainnya masih dalam proses pencarian tiket keberangkatan.

Langkah penguatan ini dilakukan menyusul meningkatnya dinamika kamtibmas di kedua wilayah. Di Kabupaten Halmahera Tengah, terjadi konflik antarwarga yang dipicu oleh dugaan kasus pembunuhan di Desa Bobane Jaya.

Peristiwa tersebut berkembang menjadi aksi saling serang antara warga Desa Bobane Jaya dan Desa Sibenpopo yang mengakibatkan korban jiwa, pembakaran rumah warga, fasilitas umum, hingga tempat ibadah.

Aparat gabungan TNI-Polri bersama pemerintah daerah bergerak cepat untuk meredam konflik, dan situasi dilaporkan berangsur kondusif sejak Jumat sore.

Di sisi lain, insiden serius juga terjadi di Kabupaten Dogiyai, di mana seorang anggota Polri, Bripda Juventus Edowai, menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal hingga meninggal dunia.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa Polri berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan merespons cepat setiap perkembangan situasi di lapangan.

"Polri telah mengambil langkah cepat dengan mengerahkan personel tambahan untuk memperkuat pengamanan dan penanganan situasi di Papua Tengah dan Maluku Utara. Kami juga mengedepankan pendekatan humanis serta penegakan hukum terhadap para pelaku kekerasan," ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Saat ini, Polri masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus pembunuhan di Halmahera Tengah serta penyerangan terhadap personel di Dogiyai, sembari memastikan situasi keamanan di kedua wilayah tetap terkendali. (R)

Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Densus 88 Polri Gelar Rakernis 2026, Fokus Antisipasi Radikalisme Digital pada Anak dan Remaja
Satgas Haji Polri Gagalkan Keberangkatan 32 Calon Jemaah Haji Non-Prosedural
Personel Sepolwan Ikuti Sosialisasi Kode Etik Profesi Polri
Kakorlantas Polri Terima Audiensi Ojol Jambi, Tekankan Pendekatan Humanis dan Keselamatan Lalu Lintas
Kapolri Pimpin Pelantikan dan Sertijab Sejumlah Pejabat Utama Mabes Polri dan Kapolda
Polri Miliki 1.376 SPPG untuk Dukung Program MBG
komentar
beritaTerbaru