Minggu, 24 Mei 2026

Percepatan Transformasi Pendidikan di Jawa Barat Dibahas dalam Konsolidasi Pusat dan Daerah

Selasa, 17 Februari 2026 09:18 WIB
Percepatan Transformasi Pendidikan di Jawa Barat Dibahas dalam Konsolidasi Pusat dan Daerah
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menyampaikan arahan dalam Konsolidasi Daerah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah di Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/2/2026). (Dok/Kemendikdasmen)
Bandung (buseronline.com) - Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan ditegaskan melalui Konsolidasi Daerah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah yang digelar oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat di Bandung, Jumat.

Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kerangka kerja bersama dalam percepatan transformasi pendidikan di Provinsi Jawa Barat.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa penguatan peran pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan implementasi kebijakan pendidikan nasional.

“Tujuan pendidikan nasional adalah mewujudkan pendidikan yang bermutu. Penguatan peran pemerintah daerah penting karena regulasi menetapkan bahwa pendidikan dasar dan menengah didesentralisasikan ke pemerintah daerah,” ujar Atip.

Atip menekankan bahwa pembagian kewenangan tersebut harus direalisasikan dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan.

Ia menegaskan, konsolidasi daerah bertujuan menyeimbangkan implementasi kebijakan antara sentralisasi dan desentralisasi, agar pelayanan pendidikan tetap merata di wilayah yang luas.

Selain itu, dilansir dari laman Kemendikdasmen, Wamen Atip memaparkan sejumlah program prioritas, termasuk wajib belajar 13 tahun, pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan kualifikasi dan kesejahteraan guru, serta pengembangan prestasi dan talenta peserta didik. Pemerataan sarana dan prasarana melalui program revitalisasi sekolah juga menjadi perhatian utama.

“Prioritaskan sekolah yang rusak berat. Tahun ini anggaran awal untuk 11 ribu sekolah, dan melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) ditambah 60 ribu sesuai arahan Presiden,” jelas Atip.

Selain infrastruktur, Wamen Atip menekankan penguatan karakter melalui tujuh kebiasaan, perbaikan sistem penerimaan murid baru, pelaksanaan tes kemampuan akademik untuk SD dan SMP, serta penguatan literasi dan numerasi.

Konsolidasi daerah diarahkan untuk memperkuat koordinasi, kerja sama, dan optimalisasi peran Unit Pelaksana Teknis (UPT) dalam akselerasi program pendidikan.

Kepala BBPMP Jawa Barat, Komalasari, menyatakan konsolidasi daerah menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan pemahaman sekaligus memperkuat sinergi pusat-daerah.

“Forum ini bertujuan menyelaraskan pemahaman pemerintah daerah terhadap arah kebijakan, memperkuat koordinasi pusat-daerah, serta mengidentifikasi isu dan kebutuhan daerah, terutama dalam revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, sekolah terintegrasi, dan Standar Pelayanan Minimal,” ujar Komalasari.

Komalasari menambahkan, forum ini menghasilkan langkah konkret yang bisa segera ditindaklanjuti di daerah. Konsolidasi ini mendorong terakomodasinya kebijakan program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam APBD, sehingga implementasi menjadi lebih efektif dan akuntabel.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap program prioritas Kemendikdasmen.

Selain itu, BBPMP Jabar Award diberikan kepada pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja dan komitmen tinggi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Jawa Barat. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Komitmen Perkuat Kedaulatan Pangan dan Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara
Prabowo Subianto Tinjau Panen Raya Udang di Kebumen, Warga Sambut Antusias
KPK Soroti Risiko Korupsi di Sektor Transportasi, Kemenhub Masuk Kategori Rentan SPI 2025
SAFest 2026 Angkat Sport Tourism Tapanuli Utara, Bupati JTP Ikut Gowes dan Renang di Danau Toba
Kemendikdasmen Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Digitalisasi Wilayah 3T
Kementan Pacu Gerakan Tanam Serentak 50 Ribu Hektare di 25 Provinsi
komentar
beritaTerbaru