KPK Perkuat Kapasitas Penyuluh Antikorupsi Lewat Pelatihan Public Speaking
Jakarta (buseronline.com) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperkuat kapasitas Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) dan Ahli Pembangun In
Hukum & Peristiwa 34 menit lalu
Bandung (buseronline.com) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan program beasiswa bagi siswa kurang mampu di SMA dan SMK swasta tetap direalisasikan pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Dana bantuan tersebut telah dipersiapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat 2026 melalui skema pergeseran anggaran.
Kepastian itu disampaikan Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, menyusul adanya sorotan dari DPRD Jawa Barat terkait belum tercantumnya alokasi beasiswa dalam postur awal APBD 2026.
Menurut KDM, proses penganggaran belum bisa ditetapkan saat ini karena pemerintah masih menunggu data pasti jumlah siswa baru dari keluarga tidak mampu yang akan masuk sekolah swasta pada tahun ajaran mendatang.
“Mulai belajarnya itu kan nanti bulan Juni–Juli. Jadi hari ini belum bisa mendapat update data jumlah siswa kelas 1 tidak mampu di sekolah swasta tahun ajaran 2026/2027,” ujar KDM di Gedung Sate, Selasa.
Ia menjelaskan, data penerima bantuan baru akan diketahui setelah proses pendaftaran siswa baru selesai. Data tersebut nantinya menjadi dasar perhitungan kebutuhan anggaran agar penyaluran beasiswa tepat sasaran.
“Kalau datanya sudah jelas, baru kita sesuaikan anggarannya melalui pergeseran APBD,” tambahnya.
Sebelumnya, Komisi V DPRD Jawa Barat menyoroti belum adanya alokasi khusus beasiswa bagi siswa miskin SMA dan SMK swasta dalam APBD 2026. DPRD pun meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera melakukan penyesuaian anggaran agar program bantuan pendidikan tetap berjalan.
Menanggapi hal itu, dilansir dari laman Jabarprov, KDM menegaskan komitmen Pemprov Jabar untuk tetap mendukung akses pendidikan bagi seluruh masyarakat, termasuk siswa dari keluarga prasejahtera yang bersekolah di lembaga swasta.
Adapun total anggaran beasiswa yang disiapkan pada 2026 mencapai Rp218 M. Dana tersebut terdiri atas Rp150 M untuk beasiswa operasional sekolah swasta dan Rp68 M untuk beasiswa personal bagi siswa.
Program ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan sekaligus memastikan tidak ada siswa yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.
Pemprov Jabar menargetkan realisasi bantuan bisa mulai disalurkan bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027. (R)
Jakarta (buseronline.com) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperkuat kapasitas Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) dan Ahli Pembangun In
Hukum & Peristiwa 34 menit lalu
Medan (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menargetkan sebanyak 7,3 juta jiwa atau sekitar 46 persen pendu
Kesehatan 2 jam lalu
Karawang (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) akan memperluas pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebag
Ekonomi 2 jam lalu
Medan (buseronline.com) Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas ingin kunjungan delegasi Hyejeon University dari Korea Selatan dimanfaatk
Ekonomi 3 jam lalu
Yogyakarta (buseronline.com) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Muti membuka kegiatan Upskilling dan Reskillin
Pendidikan 5 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Pemerintah memperkuat komitmen percepatan eliminasi kusta di Indonesia melalui penguatan penemuan kasus secara a
Kesehatan 6 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Pelatihan Mandiri Pembelajaran Mendalam s
Pendidikan 7 jam lalu
Semarang (buseronline.com) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/
Hukum & Peristiwa 7 jam lalu
Los Angles (buseronline.com) Timnas Spanyol memastikan diri melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Belgia dengan skor 2
Olahraga 8 jam lalu
Humbahas (buseronline.com) Wakil Gubernur Sumut Surya BSc mendampingi delegasi Temasek Singapura meninjau kawasan Taman Sains Teknologi He
Ekonomi 10 jam lalu