Minggu, 24 Mei 2026

Perkuat Literasi Anti-Radikalisme, Densus 88 Sasar 130 Pelajar SMK di Sorong untuk Tangkal Radikalisme Digital

Sabtu, 10 Januari 2026 09:12 WIB
Perkuat Literasi Anti-Radikalisme, Densus 88 Sasar 130 Pelajar SMK di Sorong untuk Tangkal Radikalisme Digital
Pelajar SMK Modelink Kabupaten Sorong mengikuti Sosialisasi Kebangsaan dan literasi anti-radikalisme yang digelar Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri, Kamis (8/1/2026). (Dok/Humas Polri)

Sorong (buseronline.com) - Tim Pencegahan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror (AT) Polri menggelar kegiatan Sosialisasi Kebangsaan (Sosbang) sebagai upaya mencegah penyebaran paham Intoleran, Radikal, dan Teroris (IRT) di kalangan pelajar. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula SMK Modelink, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Kamis.


Sosialisasi ini merupakan respons atas semakin maraknya penyalahgunaan media sosial dan platform digital sebagai sarana penyebaran propaganda radikalisme yang menyasar generasi muda.


Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.00 WIT dan diikuti dengan antusias oleh kurang lebih 130 peserta, yang terdiri atas siswa-siswi serta dewan guru SMK Modelink.


Hadir sebagai narasumber dari Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri, yakni IPDA M Arfa Jaya SH, Briptu Halim Hanafi SH, serta Briptu Iqro Anggi Permadani.


Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari jajaran kepolisian setempat, di antaranya Kanit Binmas Polsek Aimas AIPDA Zumardin AB dan Bhabinkamtibmas Kampung Klain AIPDA Syaril, serta perwakilan pihak sekolah, Maskuri.


Dalam pemaparannya, dilansir dari laman Humas Polri, Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri menjelaskan bahwa pola penyebaran paham radikal saat ini telah mengalami pergeseran signifikan ke ranah digital.


Media sosial, aplikasi pesan instan, hingga konten provokatif kerap dimanfaatkan untuk menjaring simpati dan mempengaruhi pola pikir anak muda.


Beberapa poin utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut meliputi modus operandi penyebaran radikalisme di dunia digital, pentingnya literasi digital dan sikap kritis dalam menyaring informasi, serta peran strategis guru dan tenaga pendidik dalam melakukan pengawasan dan deteksi dini terhadap perubahan perilaku siswa yang berpotensi terpapar paham radikal.


“Media sosial hari ini bukan hanya menjadi ruang berekspresi, tetapi juga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan propaganda. Karena itu, siswa harus memiliki literasi digital dan sikap kritis agar tidak mudah terpengaruh konten yang menyesatkan,” ujar perwakilan Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri.


Melalui kegiatan sosialisasi yang dikemas secara interaktif ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara aparat kepolisian, pihak sekolah, dan peserta didik.


Sinergi tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan di Kabupaten Sorong yang aman, kondusif, dan terbebas dari pengaruh radikalisme serta terorisme.


Densus 88 AT Polri menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendekatan preventif dan edukatif sebagai bagian dari upaya menjaga generasi muda Indonesia dari ancaman paham ekstremisme berbasis kekerasan. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kementan Pacu Gerakan Tanam Serentak 50 Ribu Hektare di 25 Provinsi
KPK Luncurkan Program “Desa Matang Pengadaan” untuk Perkuat Pencegahan Korupsi Dana Desa
PSEL Medan Raya Ditargetkan Groundbreaking 2026, Olah hingga 1.700 Ton Sampah per Hari
Kemendikdasmen Gelar Komitmen Bersama SPMB Ramah 2026/2027, Tekankan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi
Pemprov Jateng Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Idul Adha 2026, Populasi Ternak Diproyeksikan Surplus
Pemprov Sumut Perluas Kerja Sama dengan Jepang untuk Penguatan SDM dan Tenaga Kerja
komentar
beritaTerbaru