Jumat, 10 April 2026

Pemprov Jateng Dorong Terwujudnya Sekolah Berintegritas

Kamis, 25 September 2025 12:16 WIB
Pemprov Jateng Dorong Terwujudnya Sekolah Berintegritas
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, berdialog dengan siswa Duta Integritas SMA saat kegiatan Gebyar Aktualisasi Sekolah Berintegritas (SBI) jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Jateng, di Museum Ronggowarsito, Semarang, Selasa (23/9/2025). (Dok/Humas
Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berkomitmen mewujudkan sekolah berintegritas di seluruh satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya. Upaya ini menuntut peran aktif dari penyelenggara pendidikan, tenaga pendidik, hingga para siswa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno, menegaskan bahwa integritas harus dimulai dari pengelola sekolah, terutama guru dan kepala sekolah.

“Sekolah berintegritas itu sebenarnya ada dua sisi. Dimulai dari penyelenggara sekolah, teman-teman guru dan kepala sekolah harus berintegritas di dalam mengelola sekolah,” ujar Sumarno dalam acara Gebyar Aktualisasi Sekolah Berintegritas (SBI) jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Jateng, di Museum Ronggowarsito, Semarang, Selasa.

Menurutnya, nilai integritas juga harus ditanamkan kepada siswa sejak dini. Penanaman nilai tersebut akan menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter anak, yang kelak berguna saat mereka terjun di masyarakat.

“Mudah-mudahan nilai-nilai integritas ini tertanam di hati anak-anak kita. Begitu nanti mereka terjun di masyarakat, baik di pemerintahan, dunia usaha, dan sebagainya, mereka akan mengedepankan integritas,” ungkapnya.

Sumarno menambahkan, Pemprov Jateng saat ini mengelola lebih dari 500 sekolah tingkat SMA/SMK dan SLB, dengan jumlah siswa mencapai lebih dari satu juta anak. Keberhasilan program integritas di sekolah-sekolah tersebut akan berdampak strategis terhadap kemajuan bangsa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Sadimin, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai integritas serta semangat antikorupsi di lingkungan sekolah.

Setidaknya ada sembilan nilai utama yang ditekankan, yakni jujur, disiplin, peduli, mandiri, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil.

“Untuk tenaga pendidik, penanaman nilai integritas ini bertujuan menciptakan tata kelola yang baik dengan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi dalam pengelolaan sekolah. Dengan begitu, potensi terjadinya korupsi dapat ditekan,” jelas Sadimin.

Ia juga menekankan bahwa manfaat dari penerapan budaya integritas tidak hanya dirasakan di sekolah, tetapi juga berkontribusi terhadap meningkatnya kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan. “Sekolah bisa menjadi lembaga yang dipercaya dan bertanggung jawab di mata masyarakat,” imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi telah menekankan pentingnya integritas di lingkungan kerja pemerintah daerah. Ia juga mengingatkan kepala sekolah agar tidak hanya menjadi pemimpin administratif, tetapi juga teladan bagi siswa dalam bersikap dan berperilaku.

Dengan program ini, Pemprov Jateng berharap budaya integritas dapat semakin mengakar di sekolah, sehingga melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Campak bagi Nakes Usai Perluasan Indikasi untuk Dewasa
Puluhan Suspek Campak Ditemukan, Pemkab Rembang Tingkatkan Kewaspadaan
Momen HUT ke-80 TNI AU, Pesawat Presiden Prabowo Dikawal Enam Jet Tempur
PMI Siap Salurkan Bantuan untuk Warga Iran
Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, Perkuat Daya Saing dan Akses Pasar
Pertamina Borong PROPER 2026, Sabet 14 Emas dan 108 Hijau
komentar
beritaTerbaru