Kamis, 06 Agustus 2026

Puluhan Suspek Campak Ditemukan, Pemkab Rembang Tingkatkan Kewaspadaan

Jumat, 10 April 2026 17:00 WIB
Puluhan Suspek Campak Ditemukan, Pemkab Rembang Tingkatkan Kewaspadaan
dr Ali Sofi’i.

Rembang (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Rembang meningkatkan kewaspadaan setelah ditemukan puluhan kasus suspek campak di sejumlah wilayah. Dilansir dari laman Jatengprov, hingga Selasa (7/4/2026), tercatat sebanyak 29 kasus suspek yang telah ditangani oleh fasilitas kesehatan setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr Ali Sofi'i menyampaikan bahwa dari total kasus tersebut, delapan di antaranya telah dinyatakan sebagai campak secara klinis. Ia menjelaskan, peningkatan kasus ini sejalan dengan tren nasional yang menunjukkan kenaikan serupa.

"Dari 29 suspek campak, delapan di antaranya sudah dinyatakan klinis sebagai campak berdasarkan laporan sistem kewaspadaan dini dari puskesmas dan rumah sakit," ujarnya.

Menurutnya, kasus klinis tersebut tersebar di beberapa kecamatan, yakni Sarang, Rembang, dan Gunem. Seluruh kasus, baik yang masih suspek maupun yang telah terindikasi klinis, telah ditangani sesuai prosedur, termasuk pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium.

"Sampel sudah kami kirim ke laboratorium provinsi, dan saat ini masih menunggu hasil konfirmasi," jelasnya.

Meski jumlah kasus meningkat, status kejadian luar biasa (KLB) belum ditetapkan. Namun, Dinas Kesehatan tetap meningkatkan kewaspadaan dan terus melakukan langkah pengendalian guna mencegah penyebaran lebih luas.

"Belum masuk kategori KLB, tetapi kewaspadaan harus ditingkatkan. Kami terus melakukan upaya pengendalian agar kasus tidak bertambah," tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti menggunakan masker, menjaga etika batuk, serta rutin mencuci tangan. Mengingat campak mudah menular melalui droplet dan udara, upaya pencegahan dinilai sangat penting.

Selain itu, program imunisasi juga terus digencarkan, khususnya bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin sesuai jadwal. Kegiatan ini dilakukan melalui posyandu dan sekolah dengan sasaran balita hingga anak usia sekolah.

"Imunisasi adalah langkah paling efektif untuk mencegah campak. Vaksin tersedia dan diberikan secara gratis kepada masyarakat," imbuh Ali.

Sementara itu, Direktur RSUD Rembang, dr Samsul Anwar, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat satu pasien yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

"Per 7 April 2026, ada satu pasien yang dirawat di RSUD. Penanganan dilakukan sesuai standar pelayanan medis," ujarnya. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Kota Bogor Diusulkan Jadi Percontohan Nasional Penanggulangan TBC
Pemkab Taput Komit Dukung Program Pencegahan Stunting Lewat Kesehatan Gigi
Gubernur Sumut Apresiasi Cek Kesehatan Gratis bagi Mitra Gojek, Dorong Perlindungan BPJS Diperluas
Kemenkes, LKPP, dan Telkom Perkuat E-Katalog Kesehatan untuk Dorong Efisiensi Pengadaan Obat
Pemko Medan Siap Bantu RS Vina Estetika Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan
RSUD Cabangbungin Terpilih Jadi Rumah Sakit Pengembang Dokumen Klaim Elektronik SATUSEHAT
komentar
beritaTerbaru