Selasa, 21 Juli 2026

Tingkatkan Daya Saing, Wamen Fauzan Serukan Transformasi Pendidikan Seni

Jumat, 15 Agustus 2025 10:28 WIB
Tingkatkan Daya Saing, Wamen Fauzan Serukan Transformasi Pendidikan Seni
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan berdiskusi dengan jajaran pimpinan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar terkait strategi transformasi pendidikan seni, Selasa (12/8/2025). (Dok/Diktisaintek)
Denpasar (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mendorong perguruan tinggi seni di Indonesia untuk melakukan transformasi kelembagaan demi meningkatkan daya saing di kancah global.

Hal ini disampaikan saat menghadiri pertemuan dengan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, I Wayan Adnyana, beserta jajaran pimpinan kampus, Selasa.

Menurut Fauzan, pendidikan seni memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas budaya sekaligus menghadapi tantangan era teknologi artifisial. Perguruan tinggi seni dituntut tidak hanya menjaga kualitas akademik, tetapi juga berinovasi dalam tata kelola dan pengelolaan sumber daya.

“Perguruan tinggi seni harus mampu memadukan kekuatan tradisi dan potensi teknologi. Inovasi pada tata kelola, kurikulum, dan kolaborasi menjadi kunci agar lulusan kita relevan di panggung global,” tegasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, sektor ekonomi kreatif pada 2023 berkontribusi Rp1.300 T terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan subsektor seni, pertunjukan, dan kriya menjadi bagian penting dari pertumbuhan tersebut.

Percepatan transformasi digital juga membuka peluang besar bagi karya seni Indonesia untuk menembus pasar global dan memperluas penyebaran warisan budaya.

ISI Denpasar, yang berada di jantung industri pariwisata Bali, menjadi salah satu kampus seni yang memimpin pengembangan pendidikan berbasis inovasi.

Kampus ini mengembangkan kurikulum adaptif, memperluas kolaborasi internasional, dan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana revitalisasi budaya.

Rektor ISI Denpasar, I Wayan Adnyana, menyampaikan bahwa transformasi kelembagaan menjadi prioritas untuk membawa kampus ke “titik sehat”.

Langkah ini dilakukan melalui penguatan kerja sama lintas sektor, mulai dari kemitraan dengan praktisi dan industri kreatif hingga pengembangan program internasional, termasuk dengan Polandia.

“Kami ingin karya mahasiswa dan dosen tidak hanya dipamerkan di ruang lokal, tetapi juga menjadi bagian dari percakapan seni dunia,” ujarnya.

Fauzan juga mengajak seluruh pemangku kepentingan – mulai dari pemerintah daerah, pelaku industri kreatif, hingga masyarakat – untuk bersama-sama mendorong kemajuan perguruan tinggi seni.

“Bapak Presiden Prabowo dan Pak Menteri Brian menaruh perhatian besar pada diplomasi seni dan budaya Indonesia. Kita semua perlu bergerak bersama agar transformasi ini membawa dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
RSUD Cabangbungin Terpilih Jadi Rumah Sakit Pengembang Dokumen Klaim Elektronik SATUSEHAT
Kementan dan IFAD Nilai Garut Berhasil Kembangkan Komoditas Kentang Lewat Program UPLAND
Disdik Kabupaten Bekasi Gelar Gema Tunas 2026, Perkuat Karakter dan Kepemimpinan Warga Belajar
Pemkab Bekasi Peringati Harkopnas Ke-79, Dorong Penguatan Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Rakyat
Tiga Anggota KKB Tewas dalam Operasi Damai Cartenz di Yahukimo
Kemenkes Tarik Investasi Takeda, Perkuat Hilirisasi Industri Kesehatan Nasional
komentar
beritaTerbaru