Jumat, 17 April 2026

Generasi Muda Didorong Wamen Fauzan Jadi Penggerak Indonesia Emas 2045

Rabu, 09 Juli 2025 10:24 WIB
Generasi Muda Didorong Wamen Fauzan Jadi Penggerak Indonesia Emas 2045
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan menyampaikan arahan dalam Rapimpurnas KNPI di Kompleks Fakultas Kedokteran Kesehatan Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (4/7/2025). (Dok/Diktisaintek)
Palangkaraya (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, menekankan pentingnya peran strategis generasi muda dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Rapat Pimpinan Paripurna Nasional (Rapimpurnas) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang digelar di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis.

Menurut Wamen Fauzan, generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk mendorong kemajuan bangsa melalui inovasi, jejaring, dan aksi nyata di berbagai bidang. Ia menyebut, peran pemuda menjadi semakin vital di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat turun dari 5,05% pada 2023 menjadi 5,03% di tahun 2024.

“Sudah waktunya bagi generasi muda untuk menjadi motor perubahan. Kampus juga harus hadir di tengah masyarakat, membawa ilmu pengetahuan, riset, dan teknologi jadi solusi nyata,” ujar Wamen Fauzan.

Berdasarkan data Trading Economics, pendapatan per kapita Indonesia masih berada di posisi kelima di kawasan Asia Tenggara. Kondisi ini menunjukkan perlunya kontribusi lebih besar dari anak-anak muda Indonesia untuk menjembatani ketertinggalan ekonomi dengan negara-negara tetangga.

Wamen Fauzan juga memaparkan program strategis Diktisaintek Berdampak yang digagas oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto. Program ini berfokus pada lima pilar utama: peningkatan kualitas hidup masyarakat, pemberdayaan sumber daya manusia dan komunitas lokal, pemanfaatan teknologi tepat guna, peningkatan akses dan keadilan sosial, serta penguatan ekosistem kolaborasi.

Dalam konteks ini, peran organisasi kepemudaan dinilai krusial sebagai katalisator perubahan di tingkat lokal. Dengan karakter yang dinamis, fleksibel, dan dekat dengan komunitas akar rumput, organisasi pemuda diyakini mampu menjembatani riset dan inovasi agar lebih relevan, adaptif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kita harus bangun ekosistem kolaborasi. Anak muda, kampus, pemerintah, dan industri perlu berjalan bersama-sama, agar inovasi yang lahir dapat berkelanjutan dan betul-betul dirasakan manfaatnya,” tegas Wamen Fauzan.

Ia menambahkan bahwa penguatan peran generasi muda merupakan bagian dari arahan Presiden Republik Indonesia dalam kerangka Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam kerangka ini, penguatan institusi pendidikan tinggi dan pemberdayaan pemuda menjadi kunci dalam mendorong transformasi ekonomi dan pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Indonesia.

Rapimpurnas KNPI yang berlangsung di Palangkaraya tersebut dihadiri ratusan perwakilan pemuda dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk membangun sinergi antar pemuda, perguruan tinggi, dan pemerintah dalam menyongsong masa depan Indonesia yang unggul, sejahtera, dan berdaya saing.

“Generasi muda bukan hanya penerus, tetapi juga penggerak. Mari kita bersama wujudkan Indonesia Emas 2045 dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan keberpihakan terhadap kemajuan bersama,” pungkas Wamen Fauzan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
TikTok Nonaktifkan 780 Ribu Akun Anak, Pemerintah Perketat Pengawasan Platform Digital
Wamenkes Dorong Cek Kesehatan Gratis untuk Putus Rantai TB di Bandar Lampung
Jateng Pastikan Ternak Sehat, Program Healing Diperkuat Jelang Idul Adha
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing Internasional, Raup Rp25 Miliar
Wakil Wali Kota Medan Tegaskan Komitmen Perkuat Layanan Kesehatan dan Berantas Narkoba
Hoaks Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Gratis Online, Korlantas Polri Beri Klarifikasi
komentar
beritaTerbaru