Jumat, 17 April 2026

Jateng Pastikan Ternak Sehat, Program Healing Diperkuat Jelang Idul Adha

Jumat, 17 April 2026 12:00 WIB
Jateng Pastikan Ternak Sehat, Program Healing Diperkuat Jelang Idul Adha
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau program di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen.

Sragen (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memastikan kondisi ternak di wilayahnya tetap sehat dan terbebas dari penyakit menjelang Hari Raya Idul Adha.

Dilansir dari laman Jatengprov, kepastian itu diperkuat melalui program Kesehatan Hewan Keliling atau Healing yang memberikan layanan langsung kepada peternak.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan populasi ternak di provinsi tersebut mencapai sekitar 6,3 juta ekor. Jumlah itu dinilai mampu memenuhi kebutuhan hewani di 35 kabupaten/kota sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

"Kami melakukan pengecekan karena sebentar lagi Idul Adha. Populasi ternak sangat besar, sehingga kami tidak ingin ada penyakit yang muncul," ujar Luthfi saat meninjau program di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen.

Melalui program Healing, pemerintah memberikan layanan gratis berupa pengobatan, vaksinasi, hingga pemeriksaan kebuntingan. Selain itu, tersedia pula bantuan pakan bagi ternak terdampak bencana serta penggunaan teknologi modern seperti ultrasonografi mobile.

Dalam sektor produksi, Jawa Tengah tercatat sebagai salah satu penyumbang utama kebutuhan protein hewani nasional. Data tahun 2024 menunjukkan produksi daging dari provinsi ini berkontribusi sebesar 18,83 persen secara nasional, disusul telur sebesar 13,1 persen dan susu 9,4 persen.

"Untuk kebutuhan daging, Jawa Tengah sangat mencukupi bahkan mampu menyuplai ke daerah lain," tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares menyebut kebutuhan daging saat Iduladha diperkirakan sekitar 9 persen dari total populasi ternak. Sementara kebutuhan harian, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), telah diperhitungkan dengan baik.

Ia juga mengungkapkan produksi unggas di Jawa Tengah mencapai sekitar 732 juta ekor, yang menunjukkan kondisi surplus. "Untuk kebutuhan sehari-hari sudah kami antisipasi, termasuk MBG dan SPPG. Semua sudah dihitung," ujarnya.

Terkait kesehatan ternak, kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jawa Tengah kini dinyatakan terkendali. Tercatat hanya sekitar 10 kasus dan seluruhnya telah ditangani oleh tenaga medis.

Pemerintah pun mendorong kemitraan antara peternak dan berbagai pihak untuk meningkatkan nilai tambah sektor peternakan.

Sementara itu, peternak asal Desa Krikilan, Agus Kiswanto mengapresiasi program Healing karena membantu menjaga kesehatan ternaknya menjelang Idul Adha.

"Harapannya program seperti ini bisa rutin dilakukan, terutama untuk membantu peternak kecil seperti kami," katanya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Gubernur Jateng Koordinasikan Penerbitan HGB di KITB demi Kelancaran Investasi
Muslimat NU Jateng Kukuhkan 400 Paralegal, Siap Dampingi Hukum kepada Masyarakat
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Perkuat Posisi Jateng sebagai Pusat Batik Nasional, Nawal Yasin Ajak Pengrajin Berinovasi
Nawal Yasin Kunjungi Kampung Singkong Salatiga, Tekankan Inovasi UMKM Lokal
komentar
beritaTerbaru