Sragen (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memastikan kondisi ternak di wilayahnya tetap sehat dan terbebas dari penyakit menjelang Hari Raya Idul Adha.
Dilansir dari laman
Jatengprov, kepastian itu diperkuat melalui program Kesehatan Hewan Keliling atau Healing yang memberikan layanan langsung kepada peternak.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan populasi ternak di provinsi tersebut mencapai sekitar 6,3 juta ekor. Jumlah itu dinilai mampu memenuhi kebutuhan hewani di 35 kabupaten/kota sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
"Kami melakukan pengecekan karena sebentar lagi
Idul Adha. Populasi ternak sangat besar, sehingga kami tidak ingin ada penyakit yang muncul," ujar Luthfi saat meninjau program di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen.
Melalui program Healing, pemerintah memberikan layanan gratis berupa pengobatan, vaksinasi, hingga pemeriksaan kebuntingan. Selain itu, tersedia pula bantuan pakan bagi ternak terdampak bencana serta penggunaan teknologi modern seperti ultrasonografi mobile.
Dalam sektor produksi, Jawa Tengah tercatat sebagai salah satu penyumbang utama kebutuhan protein hewani nasional. Data tahun 2024 menunjukkan produksi daging dari provinsi ini berkontribusi sebesar 18,83 persen secara nasional, disusul telur sebesar 13,1 persen dan susu 9,4 persen.
"Untuk kebutuhan daging, Jawa Tengah sangat mencukupi bahkan mampu menyuplai ke daerah lain," tambahnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares menyebut kebutuhan daging saat Iduladha diperkirakan sekitar 9 persen dari total populasi ternak. Sementara kebutuhan harian, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), telah diperhitungkan dengan baik.
Ia juga mengungkapkan produksi unggas di Jawa Tengah mencapai sekitar 732 juta ekor, yang menunjukkan kondisi surplus. "Untuk kebutuhan sehari-hari sudah kami antisipasi, termasuk MBG dan SPPG. Semua sudah dihitung," ujarnya.
Terkait kesehatan ternak, kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jawa Tengah kini dinyatakan terkendali. Tercatat hanya sekitar 10 kasus dan seluruhnya telah ditangani oleh tenaga medis.
Pemerintah pun mendorong kemitraan antara peternak dan berbagai pihak untuk meningkatkan nilai tambah sektor peternakan.
Sementara itu, peternak asal Desa Krikilan, Agus Kiswanto mengapresiasi program Healing karena membantu menjaga kesehatan ternaknya menjelang
Idul Adha.
"Harapannya program seperti ini bisa rutin dilakukan, terutama untuk membantu peternak kecil seperti kami," katanya. (R)
beritaTerkait
komentar