Sabtu, 11 April 2026

Siswa Miskin Tak Lolos SPMB Masih Punya Kesempatan Sekolah Gratis Lewat Program Sekolah Kemitraan Swasta

Minggu, 06 Juli 2025 07:23 WIB
Siswa Miskin Tak Lolos SPMB Masih Punya Kesempatan Sekolah Gratis Lewat Program Sekolah Kemitraan Swasta
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Syamsudin Isnaeni, menjelaskan program Sekolah Kemitraan Swasta sebagai solusi pendidikan gratis bagi siswa dari keluarga miskin yang tidak lolos SPMB SMA/SMK Negeri.
Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan solusi bagi calon murid baru (CMB) dari keluarga miskin yang tidak lolos dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri 2025.

Melalui program Sekolah Kemitraan Swasta, siswa tetap bisa bersekolah secara gratis di sekolah swasta, tanpa dibebani biaya pendidikan apapun.

Program yang digagas oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi ini menjadi terobosan pertama di Indonesia. Pemerintah menyediakan kuota sebanyak 5.004 kursi yang tersebar di 139 sekolah jenjang SMA/SMK swasta mitra, masing-masing sekolah menyediakan 36 tempat duduk.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Syamsudin Isnaeni menjelaskan bahwa program ini ditujukan khusus bagi siswa dari keluarga miskin yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Jateng dengan kategori:

Prioritas 1 (miskin ekstrem),

Prioritas 2 (sangat miskin),

Prioritas 3 (miskin).

“Peruntukannya adalah anak-anak dari keluarga miskin yang telah diverifikasi oleh Dinas Sosial dan datanya sudah masuk dalam sistem SPMB,” ujar Syamsudin, Jumat (4/7/2025).

“Ini juga berlaku bagi Anak Panti dan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang telah diverifikasi saat SPMB utama.”

Hingga akhir tahap pendaftaran SPMB utama, tercatat baru 1.913 siswa dari keluarga miskin yang mendaftar di sekolah kemitraan. Artinya, masih tersisa sekitar 3.091 kursi yang belum terisi.

“Karena minat anak-anak cenderung masih ke sekolah negeri, maka kuota sekolah kemitraan belum terserap maksimal,” lanjutnya.

Syamsudin menekankan bahwa siswa yang diterima di sekolah kemitraan akan mendapat perlakuan yang sama seperti di sekolah negeri, termasuk pembebasan biaya SPP maupun uang pengembangan.

Dana operasional sekolah ditanggung penuh oleh pemerintah melalui APBD Provinsi Jateng, dengan bantuan sekitar Rp2 juta per siswa per tahun.

Untuk menjaring siswa dari keluarga miskin yang belum tertampung, Dinas Pendidikan membuka SPMB Tahap II dengan jadwal sebagai berikut:

Sosialisasi dan optimalisasi: 4-6 Juli 2025

Pendaftaran daring: 7-9 Juli 2025 di https://spmb.jatengprov.go.id

Daftar ulang: 11 Juli 2025.

Syamsudin mengimbau siswa yang memenuhi syarat agar segera mendaftar dan memanfaatkan kesempatan ini.

“Masih ada kesempatan besar bagi adik-adik dari keluarga miskin untuk bisa bersekolah secara gratis. Kami harap semua pihak, termasuk kepala sekolah dan Cabang Dinas Pendidikan, ikut mengoptimalkan serapan program ini,” tegasnya.

Sebagai catatan, pada SPMB utama tahun 2025, sebanyak 224.925 CMB dinyatakan lolos. Dari jumlah itu, 221.319 melakukan daftar ulang, sementara 3.606 siswa tidak melakukan daftar ulang. Posisi mereka digantikan oleh CMB cadangan yang harus melakukan daftar ulang pada 2-4 Juli 2025. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
Tags
beritaTerkait
KPK dan Polda Metro Jaya Tangkap Empat Orang yang Mengaku Pegawai KPK di Jakarta Barat
Pemkot Bandung Gandeng UTB Cetak SDM Unggul Berdaya Saing Global
KPK Tekankan Penguatan Integritas Pimpinan BRIN di Tengah Risiko Korupsi Sektor Riset
Gubernur Bobby Nasution Serahkan Tali Asih untuk Atlet Sumut Peraih 30 Medali SEA Games 2025
KPK Serahkan Aset Rampasan Senilai Rp3,88 M ke Kementerian PU untuk Proyek Jalan Tol
KPK Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Pemberantasan Korupsi
komentar
beritaTerbaru