Kamis, 15 Oktober 2026

Pendidikan Antikorupsi akan Perkuat Karakter dan Integritas

Minggu, 18 Februari 2024 09:21 WIB
Pendidikan Antikorupsi akan Perkuat Karakter dan Integritas
Rakornas Implementasi Pendidikan Antikorupsi di Jakarta, Selasa (6/2/2024). (Dok/KPK RI)
Jakarta (buseronline.com) - Penguatan karakter melalui Pendidikan Antikorupsi (PAK) menjadi salah satu strategi yang ditujukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bagi masyarakat. Harapannya, melalui karakter yang kuat integritas pun akan meningkat sehingga korupsi pun dapat diberantas bersama.

“Kualitas keilmuan saja belum cukup untuk membekali anak-anak Indonesia bersaing secara internasional. Diperlukan karakter pelajar Pancasila, Beriman, Bertakwa, Berakhlak Mulia, Berkebhinekaan Global, Bergotong Royong, Kreatif, Bernalar Kritis, dan Mandiri. Karakter itu identik dengan nilai integritas, maka pendidikan antikorupsi bukan sesuatu yang baru atau tugas tambahan bagi tenaga pendidik,” kata Ketua KPK Nawawi Pomolango pada Rakornas Implementasi Pendidikan Antikorupsi di Jakarta.

Agar pendidikan antikorupsi dapat diterapkan secara lebih luas dan sesegera mungkin, KPK berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga jejaring pendidikan di lingkungan Pemda seluruh Indonesia.

“Sehingga implementasi pendidikan antikorupsi jika dilakukan bersama secara sinergis akan semakin cepat pula memberikan pengaruh pada penguatan karakter antikorupsi dan integritas peserta didik serta seluruh ekosistem pendidikan,” ujarnya.

Sementara, Mendagri RI Tito Karnavian menegaskan bahwa gerakan antikorupsi di Indonesia harus dilakukan menyeluruh. Harapannya, terlahir generasi penerus dengan pemikiran yang lebih visioner dalam menjauhi praktik dan perilaku koruptif.

“Tujuan kita adalah gelombang gerakan antikorupsi di Indonesia besar. Sehingga memiliki dampak mengubah budaya korupsi yang dulu relatif permisif. Kami sendiri melihat strategi pemberantasan korupsi oleh KPK mulai dari pendidikan, pencegahan, dan penindakan ini sangat tepat,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardiana menyebutkan setidaknya ada empat syarat implementasi pendidikan antikorupsi secara menyeluruh, mulai dari regulasi hingga monitoring dan evaluasi. Meski demikian, KPK menyadari implementasinya belum begitu optimal di tiap daerah.

“Oleh karena itu, KPK menyiapkan perangkat dalam hal ini buku panduan untuk mengimplementasikan PAK yang setidaknya dapat dijadikan standar minimal bagi satuan pendidikan di seluruh daerah. Buku panduan ini tidak dibuat secara terperinci agar satuan pendidikan di seluruh daerah dapat berinovasi terkait pendidikan antikorupsi,” terangnya.

Dalam kegiatan ini, secara simbolis Ketua KPK memberikan buku panduan implementasi PAK kepada Pj Gubernur Banten Al Muktabar, yang diikuti pemberian buku panduan dari Tito Karnavian kepada PJ Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono. Ke depannya, buku panduan implementasi PAK ini dapat digunakan Dinas Pendidikan di seluruh Indonesia.

Rakornas Implementasi PAK di lingkungan Pemda tersebut berlangsung secara luring dan daring. Selain Ketua KPK, pejabat struktural KPK, serta Mendagri dan jajarannya, kegiatan diikuti para pejabat pemerintah daerah maupun satuan pendidik di seluruh Indonesia. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pemkab Taput Relokasi Pedagang Tanggul Aek Sigeaon, Utamakan Keselamatan dan Penataan Kawasan
KPH Balige Dukung Surat Edaran Bupati Toba, Warga Diimbau Waspadai Pembagian Lahan Ilegal di Eks Kawasan TPL
Cegah Dampak Kabut Asap, Kadis Pendidikan Taput Imbau Sekolah Batasi Aktivitas di Luar Ruangan
BNPB Catat 639,23 Hektare Lahan Masih Terbakar di Enam Provinsi Prioritas
Taput Tuan Rumah Rakernas V MPK Indonesia, 250 Peserta Bakal Hadiri Transformasi Pendidikan Kristen
Komisi B DPRD Toba Tinjau Proyek Rekonstruksi Jalan, Pastikan Material Sesuai Spesifikasi
komentar
beritaTerbaru