Sabtu, 24 Oktober 2026

Beasiswa Santri Jateng Buka Jalan Khafidz Kuliah di China dan Aisyi di Mesir

Sabtu, 24 Oktober 2026 18:00 WIB
Beasiswa Santri Jateng Buka Jalan Khafidz Kuliah di China dan Aisyi di Mesir
Beasiswa santri Jateng membuka jalan Khafidz kuliah di China dan Aisyi di Mesir.

Semarang (buseronline.com) - Program Beasiswa Santri Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) membuka kesempatan bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Dilansir dari laman Jatengprov, salah satunya Akhmad Khafidz Al Mubarok, santri asal Kabupaten Kudus yang kini menempuh pendidikan di Dalian University of Technology, China. Khafidz merupakan mahasiswa tahun pertama jurusan Computer Science and Technology.

Keberhasilannya melanjutkan pendidikan ke Negeri Tirai Bambu tidak lepas dari ketekunan belajar, dukungan keluarga, lingkungan pesantren, serta beasiswa yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP).

Perjalanan Khafidz meraih cita-cita kuliah di luar negeri bermula saat duduk di kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTs). Ketika berbincang melalui telepon, ayahnya menyarankan agar ia mulai belajar bahasa Mandarin untuk membuka peluang pendidikan dan karier di masa depan.

Sejak saat itu, Khafidz mulai mempelajari bahasa Mandarin secara mandiri, mulai dari menulis, membaca, memahami nada pengucapan, hingga menghafalkan kosakata. Meski menghadapi keterbatasan akses gawai dan tidak memiliki guru pendamping, ia tetap berusaha mengembangkan kemampuannya dengan belajar bersama teman.

Kesempatan belajar bahasa Mandarin secara lebih intensif datang ketika Khafidz duduk di kelas XII. Ia mendapat tawaran dari LP Ma'arif NU Jawa Tengah untuk mengikuti program persiapan kuliah ke China.

Melalui program tersebut, Khafidz memperoleh bimbingan dari pengajar kompeten, termasuk penutur asli. Ia bersama beberapa peserta lainnya juga berhasil lulus ujian sertifikasi bahasa Mandarin sebagai bekal melanjutkan pendidikan di China.

Di tengah persiapannya, Khafidz mendapat informasi mengenai program Beasiswa Santri Jawa Tengah melalui LFSP. Ia kemudian mengikuti seluruh tahapan seleksi hingga dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa.

"Terima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, yang telah menyelenggarakan program beasiswa santri," ujar Khafidz saat dihubungi dari Semarang, pada 22 Oktober 2026.

Menurut Khafidz, beasiswa tersebut membantu meringankan beban finansial keluarga sehingga ia dapat melanjutkan pendidikan di luar negeri. Kini, selain menjalani perkuliahan, Khafidz juga belajar beradaptasi dengan kehidupan sebagai mahasiswa internasional.

Ia berkesempatan menjalin pertemanan dengan mahasiswa dari berbagai negara, mengenal budaya yang berbeda, serta mengikuti kegiatan pengembangan kemampuan di lingkungan kampus, termasuk klub robotika.

Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperolehnya selama belajar di China dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di masa mendatang.

Kisah serupa datang dari Happy Aisyi Madina, penerima Beasiswa Santri Jawa Tengah yang kini menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Bagi Aisyi, beasiswa tersebut merupakan amanah sekaligus kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan membantu meringankan beban finansial keluarga.

"Terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada seluruh pengurus Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren Jawa Tengah, atas kesempatan yang sangat berharga dan amanah besar yang telah diberikan kepada saya," ungkap Aisyi.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Aisyi bertekad kembali mengabdikan diri di Jawa Tengah. Ia berharap ilmu kedokteran yang dipelajarinya dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat.

Pada peringatan Hari Santri Nasional 2026, Aisyi juga mengajak para santri agar tidak takut bermimpi besar dan berani mengambil kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, keberadaan pesantren dan santri merupakan modal sosial yang perlu terus diperkuat untuk mendukung pembangunan daerah.

Jawa Tengah memiliki sekitar 5.400 pondok pesantren dengan 555 ribu santri. Menurutnya, pesantren tidak hanya diharapkan menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan di berbagai bidang.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menginisiasi program Pesantren Obah yang turut memberikan beasiswa kepada santri dan pengasuh pesantren.

Pada 2026, pemerintah provinsi menyiapkan anggaran Rp6,8 miliar untuk beasiswa pendidikan di dalam dan luar negeri. Program tersebut menerima 942 pendaftar, dengan 15 santri dinyatakan lolos untuk melanjutkan pendidikan ke Mesir, Yaman, dan China.

Selain itu, sebanyak 424 santri yang menempuh pendidikan di Ma'had Aly juga mendapatkan beasiswa. Bantuan serupa diberikan kepada santri penggerak yang aktif dalam organisasi intra dan ekstra kampus serta masih tinggal di pesantren.

Ahmad Luthfi berharap program beasiswa tersebut dapat memperluas kesempatan pendidikan bagi santri sehingga mereka tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kompetensi, keterampilan, dan kepedulian sosial untuk menghadapi tantangan zaman. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Investasi Jawa Tengah Capai Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Tenaga Kerja
Pemkab Temanggung Terapkan Sekolah Kalih Ngaji di 100 SD Negeri
Gubernur Jateng Tekankan Sinergi Forkopimda dalam Pisah Sambut Pangdam IV/Diponegoro
Edukasi Keselamatan, Kedisiplinan, dan Lingkungan Warnai Kegiatan Pelajar di Batang dan Pekalongan
Batik Rifa’iyah Terancam Punah, Nawal Dorong Regenerasi Pembatik di Batang
BKOW Jateng Bentuk Relawan Perunggu, Perkuat Pendampingan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak
komentar
beritaTerbaru