Pada peringatan
Hari Santri Nasional 2026, Aisyi juga mengajak para santri agar tidak takut bermimpi besar dan berani mengambil kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.
Sementara itu, Gubernur
Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, keberadaan pesantren dan santri merupakan modal sosial yang perlu terus diperkuat untuk mendukung pembangunan daerah.
Jawa Tengah memiliki sekitar 5.400 pondok pesantren dengan 555 ribu santri. Menurutnya, pesantren tidak hanya diharapkan menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan di berbagai bidang.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi
Jawa Tengah menginisiasi program Pesantren Obah yang turut memberikan beasiswa kepada santri dan pengasuh pesantren.
Pada 2026, pemerintah provinsi menyiapkan anggaran Rp6,8 miliar untuk beasiswa pendidikan di dalam dan luar negeri. Program tersebut menerima 942 pendaftar, dengan 15 santri dinyatakan lolos untuk melanjutkan pendidikan ke Mesir, Yaman, dan China.
Selain itu, sebanyak 424 santri yang menempuh pendidikan di Ma'had Aly juga mendapatkan beasiswa. Bantuan serupa diberikan kepada santri penggerak yang aktif dalam organisasi intra dan ekstra kampus serta masih tinggal di pesantren.
Ahmad Luthfi berharap program beasiswa tersebut dapat memperluas kesempatan pendidikan bagi santri sehingga mereka tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kompetensi, keterampilan, dan kepedulian sosial untuk menghadapi tantangan zaman. (R)
beritaTerkait
komentar