Kamis, 22 Oktober 2026

Pemkab Temanggung Terapkan Sekolah Kalih Ngaji di 100 SD Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 13:45 WIB
Pemkab Temanggung Terapkan Sekolah Kalih Ngaji di 100 SD Negeri
Bupati Temanggung Agus Setyawan meninjau pelaksanaan program tersebut di SD Negeri Tanjungsari, Kecamatan Tlogomulyo, Selasa (20/10/2026).

Temanggung (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menerapkan program percontohan Sekolah Kalih Ngaji di 100 sekolah dasar (SD) negeri yang tersebar di seluruh kecamatan.

Dilansir dari laman Jatengprov, program ini bertujuan meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur'an (BTQ) bagi siswa Muslim sekaligus membentuk karakter peserta didik.

Bupati Temanggung Agus Setyawan meninjau pelaksanaan program tersebut di SD Negeri Tanjungsari, Kecamatan Tlogomulyo, pada 20 Oktober 2026. Ia mengatakan, program Sekolah Kalih Ngaji merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendukung penguatan pendidikan karakter dan kemampuan keagamaan siswa.

"Ini salah satu ikhtiar kita bersama, agar anak-anak tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan baca tulis Al-Qur'an yang baik. Harapan kita, para murid Muslim minimal sudah hafal Juz Amma saat lulus kelas 6 SD nanti," ujar Agus.

Ia menegaskan, program tersebut tidak menggantikan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) maupun menambah beban kurikulum sekolah. Kegiatan ini menjadi pendampingan dan pembiasaan keagamaan bagi siswa Muslim.

Sejak diluncurkan pada akhir Juli 2026, program tersebut telah diterapkan di 100 SD negeri percontohan. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Temanggung bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Temanggung dengan melibatkan guru ngaji kampung, ustaz dan ustazah dari Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), Madrasah Diniyah (Madin), serta tokoh agama setempat.

Agus juga mengingatkan agar pelaksanaan program tidak membebani orang tua siswa. Baznas Kabupaten Temanggung memberikan dukungan sebesar Rp500 ribu per bulan bagi guru ngaji yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

"Terkait biaya, mohon jangan menambahi beban. Baznas mendukung sebesar Rp500 ribu per bulan untuk para guru ngaji yang terlibat. Jangan sampai program yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, justru memberatkan wali murid," pesannya.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Gubernur Jateng Tekankan Sinergi Forkopimda dalam Pisah Sambut Pangdam IV/Diponegoro
Edukasi Keselamatan, Kedisiplinan, dan Lingkungan Warnai Kegiatan Pelajar di Batang dan Pekalongan
Batik Rifa’iyah Terancam Punah, Nawal Dorong Regenerasi Pembatik di Batang
BKOW Jateng Bentuk Relawan Perunggu, Perkuat Pendampingan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak
Revitalisasi Dua Sekolah di Jepara Diharapkan Tingkatkan Kualitas Pembelajaran
421 Desa di Jateng Berstatus Siaga TB, Pemprov Perkuat Skrining dan Pencegahan
komentar
beritaTerbaru