Rabu, 21 Oktober 2026

Edukasi Keselamatan, Kedisiplinan, dan Lingkungan Warnai Kegiatan Pelajar di Batang dan Pekalongan

Rabu, 21 Oktober 2026 17:20 WIB
Edukasi Keselamatan, Kedisiplinan, dan Lingkungan Warnai Kegiatan Pelajar di Batang dan Pekalongan
Para pelajar SMP Negeri 2 Batang mendapat edukasi tentang cara aman melintasi perlintasan kereta api, oleh petugas Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Semarang, Senin (19/10/2026).
"Di SMA Negeri 2 banyak sekali daun kering. Jadi, kami manfaatkan untuk membuat kompos agar tidak dibakar. Prosesnya sebenarnya cukup mudah, meskipun membutuhkan waktu," jelasnya.

Menurut Amjad, kompos yang dihasilkan nantinya dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman di sekolah. Selain itu, pengolahan kompos juga berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai jual.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat berlanjut melalui kelompok peduli lingkungan yang mengelola pembuatan kompos, perawatan tanaman, dan penghijauan sekolah.

"Dengan begitu, kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan warga sekolah," tukasnya.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA Negeri 2 Pekalongan, Agus Sulistyanto, mengatakan kegiatan tersebut memberikan bekal kepada siswa untuk melakukan aksi nyata dalam pengelolaan sampah.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, pelajar diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga mampu menerapkan perilaku aman, disiplin, bertanggung jawab, serta peduli terhadap lingkungan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Gubernur Jateng Tekankan Sinergi Forkopimda dalam Pisah Sambut Pangdam IV/Diponegoro
Batik Rifa’iyah Terancam Punah, Nawal Dorong Regenerasi Pembatik di Batang
BKOW Jateng Bentuk Relawan Perunggu, Perkuat Pendampingan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak
Revitalisasi Dua Sekolah di Jepara Diharapkan Tingkatkan Kualitas Pembelajaran
Bunda Literasi Dorong Peningkatan Budaya Baca, SDN Wonorejo 03 Diusulkan Miliki Perpustakaan pada 2027
UIN Walisongo Semarang Bahas Strategi Melawan Islamofobia melalui Kampanye Public Relations
komentar
beritaTerbaru