Sidoarjo (buseronline.com) - Peringatan Bulan Bahasa di SMAN 1 Taman, Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi melalui proyek ekstrakurikuler berbasis Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM).
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, salah satu karya unggulan yang dipamerkan adalah ART-MATIKS, inovasi yang menggabungkan konsep matematika, kecerdasan buatan (AI), dan pelestarian batik khas
Sidoarjo.
Kegiatan tersebut sejalan dengan pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti, yang menegaskan pentingnya bahasa sebagai identitas dan kedaulatan bangsa.
"Ketika kita berbicara tentang bahasa, kita tidak hanya berbicara tentang bahasa sebagai alat komunikasi, tetapi juga bahasa sebagai identitas dan kedaulatan nasional," ujar Abdul Mu'ti di
Jawa Timur, pada 12 Oktober 2026.
Kepala SMAN 1 Taman Dewi Nurmalasari menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Bulan Bahasa memberikan pengalaman belajar yang mendalam, bermakna, kolaboratif, dan berpusat pada siswa.
Menurut Dewi, proyek ekstrakurikuler menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kemandirian, serta keterampilan komunikasi siswa.
"Hal ini melatih mereka untuk mengeksplorasi masalah, berpikir kreatif, kritis, mandiri, berkolaborasi, dan berkomunikasi secara efektif, dan sebagainya," tegasnya.
ART-MATIKS merupakan singkatan dari
Sidoarjo Batik Mathematics Redesign & Transformation Application. Proyek ini dibimbing oleh guru SMAN 1 Taman, Ika Yunita, dan dikembangkan oleh siswa kelas XI.
Dalam pengembangannya, siswa memanfaatkan konsep transformasi geometris, meliputi dilatasi, refleksi, rotasi, dan translasi, untuk merancang motif batik. Selanjutnya, desain tersebut dikembangkan dengan bantuan AI agar menghasilkan motif yang lebih kreatif dan beragam.
Salah satu siswa pengembang proyek, Elfaretha Shifa, menjelaskan bahwa konsep matematika menjadi dasar dalam proses penciptaan desain motif batik tersebut.
"Dimulai dengan dilatasi, refleksi, rotasi, dan translasi. Kemudian, dari rumus-rumus ini, kami menciptakan desain motif menggunakan perintah AI untuk menerapkan dan mengembangkannya agar menjadi lebih baik lagi, menghasilkan sebuah mahakarya," jelas Shifa saat mempresentasikan proyeknya.
Motif yang dihasilkan dapat diaplikasikan pada berbagai produk, mulai dari botol minum, pajangan, kipas, gantungan kunci, hingga kain dan pakaian.
Bagi para siswa, ART-MATIKS tidak hanya menjadi sarana penerapan ilmu matematika, tetapi juga bentuk kontribusi dalam melestarikan warisan budaya daerah. "Sebagai warga
Sidoarjo, kami juga memiliki kewajiban untuk melestarikan kearifan lokal," kata Shifa.
Melalui ART-MATIKS, siswa dapat memahami bahwa matematika tidak hanya berkaitan dengan angka dan rumus, tetapi juga dapat diterapkan dalam karya kreatif yang memadukan teknologi dan budaya.
Proyek ini sekaligus menunjukkan potensi pembelajaran berbasis STEM dalam mendorong siswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Peringatan Bulan Bahasa di SMAN 1 Taman pun menjadi momentum untuk memperkuat literasi sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap siswa mampu menjadi generasi yang kreatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta bangga terhadap identitas dan kearifan lokal. (R)
beritaTerkait
komentar