Minggu, 11 Oktober 2026

Kemendikdasmen Perkuat Digitalisasi PAUD untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Anak Usia Dini

Minggu, 11 Oktober 2026 17:55 WIB
Kemendikdasmen Perkuat Digitalisasi PAUD untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Anak Usia Dini
Wamendikdasmen RI Atip Latipulhayat menyampaikan hal tersebut saat membuka kegiatan Bimtek Digitalisasi Pembelajaran PAUD gelombang pertama di Mataram, NTB, Rabu (7/10/2026).

Mataram (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI terus memperkuat digitalisasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam percepatan wajib belajar 13 tahun.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Atip Latipulhayat menyampaikan hal tersebut saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran PAUD gelombang pertama di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 7 Oktober 2026.

Menurut Atip, pengembangan PAUD tidak hanya berfokus pada penyediaan dan rehabilitasi fasilitas fisik, tetapi juga pada pembentukan karakter, penanaman etika sehari-hari, serta pembiasaan hidup bersih sejak usia dini.

"Ini adalah salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, sebuah respons besar dan cepat untuk mempercepat kualitas pendidikan kita, dimulai dari pendidikan anak usia dini. Karena itulah fasilitas fisik pendidikan anak usia dini sedang direhabilitasi," ujar Atip.

Ia menegaskan, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran harus diarahkan untuk mendukung terciptanya pendidikan yang berkualitas. Teknologi bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk memperkuat interaksi dan pengalaman belajar anak.

Penggunaan Papan Digital Interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP), misalnya, diharapkan mampu mendorong kolaborasi aktif antara guru, peserta didik, dan teknologi. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat berlangsung lebih interaktif sekaligus mengembangkan kreativitas dan inovasi anak.

"Teknologi bukanlah tujuan sebenarnya, melainkan sebuah media, sebuah alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu pendidikan berkualitas," kata Atip.

Atip juga mengingatkan para pendidik agar mampu memfasilitasi rasa ingin tahu anak melalui kegiatan belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangannya.

Selain itu, pendidikan sejak dini perlu menjadi fondasi dalam menanamkan karakter dan nilai-nilai kebangsaan. "Kita tidak boleh membiarkan ruang kosong bagi rasa ingin tahu anak di usia yang begitu besar ini," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kemendikdasmen, Kurniawan, menyatakan bahwa peningkatan kompetensi pendidik menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan program digitalisasi PAUD. Menurutnya, ketersediaan perangkat digital harus diimbangi dengan kemampuan guru dalam merancang dan menerapkan pembelajaran yang efektif.

"Panduan Teknis Digitalisasi Pembelajaran ini dirancang tidak hanya untuk memberikan pengetahuan tentang perangkat, tetapi terutama untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam merancang dan menerapkan pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan tujuan pembelajaran," jelas Kurniawan.

Ia menambahkan, program Digitalisasi Pembelajaran PAUD 2026 bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu penyediaan perangkat digital, penyediaan bahan ajar digital interaktif, serta peningkatan kapasitas pendidik melalui bimbingan teknis.

Ketiga pilar tersebut diharapkan dapat memastikan pemanfaatan teknologi berlangsung secara tepat dan memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran, termasuk meningkatkan interaksi antara guru dan anak serta memperkaya pengalaman belajar di satuan PAUD.

"Dengan demikian, kita tidak hanya membangun pusat pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan perangkat digital, tetapi juga PAUD yang mampu memanfaatkan teknologi secara tepat untuk memperkuat kualitas interaksi, pengalaman, dan proses pembelajaran anak," tutur Kurniawan.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Raih Platinum Awards AHI 2026, Sabet 21 Trofi Penghargaan
Kemendikdasmen Dorong Pendidikan Jadi Penggerak Konservasi Keanekaragaman Hayati
IMSO ke-23 Resmi Ditutup, 207 Matematikawan Muda dari 23 Negara Adu Kemampuan
61 Satuan Pendidikan di Kebumen Direvitalisasi, Wamendikdasmen Tekankan Penguatan Karakter Siswa
OPSI 2026 Jadi Wadah Pengembangan Talenta Penelitian dan Inovasi Siswa
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Pancasila melalui Budaya Sekolah
komentar
beritaTerbaru