Minggu, 20 September 2026

Kemendikdasmen Perkuat Diplomasi Indonesia-Prancis Lewat Bahasa dan Sastra

Minggu, 20 September 2026 17:30 WIB
Kemendikdasmen Perkuat Diplomasi Indonesia-Prancis Lewat Bahasa dan Sastra
Kemendikdasmen RI memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis melalui diplomasi bahasa dan sastra.

Semarang (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis melalui diplomasi bahasa dan sastra.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, langkah tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap Program Residensi Rimbaud yang mempertemukan penulis internasional dengan masyarakat, akademisi, dan komunitas sastra di Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menyambut penulis Prancis Louis-Philippe Dalembert di Semarang, pada 11 September 2026.

Dalembert merupakan penulis pertama yang mengikuti Program Residensi Rimbaud, sebuah program yang digagas Kedutaan Besar Prancis dan Institut français d'Indonésie (IFI) bersama Pemerintah Kota Semarang.

Program tersebut menjadi wadah pertukaran budaya sekaligus membuka kesempatan bagi penulis internasional untuk mengenal Indonesia secara lebih dekat melalui interaksi dengan masyarakat dan komunitas sastra.

Hafidz Muksin mengatakan, keterlibatan Kemendikdasmen dalam program tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas peran bahasa dan sastra sebagai instrumen diplomasi.

"Badan Bahasa secara terbuka mendukung Louis-Philippe Dalembert dalam menghasilkan karya sastra selama berada di Semarang. Melalui Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, kami akan membantu memberikan informasi serta fasilitasi yang berkaitan dengan bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan literasi," ujar Hafidz.

Program Residensi Rimbaud mengambil nama dari penyair Prancis Arthur Rimbaud. Semarang dipilih sebagai lokasi residensi karena memiliki keterkaitan sejarah dengan penyair tersebut.

Rimbaud tercatat pernah tiba di Semarang pada 1876 dan kemudian melakukan perjalanan menuju Salatiga. Jejak sejarah tersebut menjadi salah satu latar belakang yang memperkuat hubungan antara program residensi dengan Kota Semarang.

Selama tiga bulan, mulai September hingga November 2026, Louis-Philippe Dalembert akan menjalani proses kreatif di Semarang. Novelis dan penyair kelahiran Haiti yang kini bermukim di Paris itu dijadwalkan berkarya di sejumlah lokasi, termasuk Lawang Sewu.

Selain berkarya, Dalembert juga akan berinteraksi dengan penulis, mahasiswa, peneliti, pembaca, serta komunitas sastra melalui diskusi dan lokakarya.

Interaksi tersebut diharapkan dapat memperkaya proses kreatif sekaligus menciptakan ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara masyarakat Indonesia dan penulis internasional.

Kemendikdasmen memandang bahasa dan sastra memiliki peran penting dalam membangun hubungan antarmasyarakat lintas negara. Melalui karya sastra, pengalaman dan kekayaan budaya suatu bangsa dapat diperkenalkan kepada masyarakat internasional dengan perspektif yang lebih mendalam.

Dalam program ini, dukungan Badan Bahasa akan dilakukan melalui Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Dukungan tersebut mencakup informasi dan fasilitasi mengenai bahasa Indonesia, bahasa daerah, serta literasi yang dapat membantu proses kreatif Dalembert selama berada di Semarang.

Karya yang dihasilkan selama program residensi juga diharapkan dapat menjadi salah satu medium untuk memperkenalkan kekayaan tradisi dan budaya Indonesia kepada pembaca internasional.

Program Residensi Rimbaud sebelumnya diluncurkan di kediaman Duta Besar Prancis untuk Indonesia di Jakarta pada 10 September 2026.

Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Prancis.

Program tersebut juga sejalan dengan Deklarasi Bersama Strategi Kebudayaan atau Borobudur Declaration, yang disepakati dalam kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada Mei 2025.

Ke depan, Kedutaan Besar Prancis dan IFI berencana mengembangkan program residensi serupa di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut nantinya tidak hanya berfokus pada penulisan, tetapi juga mencakup kegiatan penerjemahan.

Dukungan Kemendikdasmen terhadap Residensi Rimbaud menjadi bagian dari upaya menempatkan bahasa dan sastra sebagai instrumen diplomasi pendidikan dan kebudayaan.

Kehadiran penulis internasional di Indonesia diharapkan tidak hanya menghasilkan karya sastra, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan, memperkenalkan kekayaan bahasa dan budaya Indonesia kepada dunia, serta memperkuat jejaring kerja sama kebahasaan dan kesastraan antara Indonesia dan Prancis. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga Desember 2026
242 Sekolah di Jateng Raih Predikat Adiwiyata, Kepedulian Lingkungan Ditanamkan Sejak Dini
Kemendikdasmen Fasilitasi 32.828 Guru Lanjut S1/D4 pada 2026
Pembelajaran STEM Dorong Siswa Ciptakan Solusi bagi Persoalan Lingkungan
Kemendikdasmen Perluas Makna Literasi di Era Digital dan AI
18 Stan UMKM Jateng Siap Tampilkan Produk Unggulan di Kriyanusa 2026
komentar
beritaTerbaru