Rabu, 02 September 2026

427 Siswa Ikuti MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi

Rabu, 02 September 2026 19:10 WIB
427 Siswa Ikuti MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bersama lainnya meninjau ruang kelas Sekolah Rakyat, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Senin (31/8/2026).

Bekasi (buseronline.com) - Sebanyak 427 siswa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi.

Dilansir dari laman Jabarprov, kegiatan tersebut resmi dibuka Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja di Aula Sekolah Rakyat, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, pada 31 Agustus 2026.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi diperuntukkan bagi anak-anak dari Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi, khususnya mereka yang berasal dari keluarga yang membutuhkan dukungan dalam memperoleh akses pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Asep menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak seluruh anak. Karena itu, kondisi ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak untuk mendapatkan pendidikan dan meraih masa depan.

"Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa. Tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan untuk belajar dan meraih masa depannya hanya karena kondisi ekonomi atau keterbatasan yang dihadapinya," ujar Asep.

Menurut Asep, Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun harapan dan mempersiapkan masa depan anak-anak.

Ia meminta para peserta didik mengikuti pendidikan dengan sungguh-sungguh, menghormati guru, menjaga hubungan baik dengan teman, serta tidak berhenti mengejar cita-cita.

"Dari sekolah ini saya yakin akan lahir generasi-generasi hebat yang kelak mampu membawa perubahan bagi keluarganya, bagi daerahnya dan juga bagi bangsa dan negara," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Alamsyah mengatakan 427 siswa yang mengikuti MPLS berasal dari Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi.

"Jumlah siswa yang akan memulai MPLS hari ini sebanyak 427 siswa, berasal dari Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi," jelas Alamsyah.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat menyasar anak-anak yang belum pernah bersekolah maupun anak yang pernah bersekolah tetapi tidak dapat melanjutkan pendidikan.

Program tersebut menggunakan konsep pendidikan berasrama yang diharapkan mampu membentuk kemandirian siswa sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.

"Harapannya anak-anak kita setelah itu bisa menjadi agen perubahan untuk meningkatkan derajat ekonomi dan derajat kesehatan keluarga," ujarnya.

Khusus Kabupaten Bekasi, tersedia 270 kuota peserta didik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 237 siswa telah terisi, terdiri dari 57 siswa tingkat SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Pemkab Bekasi masih melakukan proses verifikasi dan validasi untuk memenuhi sisa kuota peserta didik. Data awal penerimaan bersumber dari Kementerian Sosial yang kemudian diverifikasi bersama pemerintah daerah, kecamatan, desa, RT/RW, pendamping PKH, Regsos, IPSM, serta unsur sosial lainnya.

Alamsyah menambahkan, pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi berlangsung dalam waktu relatif singkat. Sekitar delapan bulan sebelumnya, lokasi tersebut masih berupa persawahan.

"Delapan bulan yang lalu ini masih sawah yang diolah dan ditanami padi. Alhamdulillah karena kolaborasi bersama seluruh stakeholder, dari perencanaan kemudian hasil advokasi, akhirnya bisa hadir di Kabupaten Bekasi," ungkapnya.

Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik dan pada akhirnya membantu meningkatkan kondisi ekonomi keluarga. "Sekolah Rakyat ini satu sekolah, seribu mimpi dan sejuta prestasi," pungkas Alamsyah. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi Terapkan Sistem Asrama, Siswa Dilatih Mandiri dan Disiplin
Pemkab Bekasi Targetkan Kuota Banpin Naik Jadi 200 Mahasiswa
Pemkab Bekasi Dorong Komite Sekolah Aktif Awasi Tata Kelola Pendidikan
Pemkab Bekasi Dorong Generasi Muda Berkarakter Menuju Indonesia Emas 2045
Motor Listrik Nasional Berpotensi Buka Lapangan Kerja di Kabupaten Bekasi
MPLS Perdana SNT, Mendikdasmen Minta Kepala Sekolah Jadi Penggerak Pendidikan Bermutu
komentar
beritaTerbaru