Khusus Kabupaten
Bekasi, tersedia 270 kuota peserta didik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 237 siswa telah terisi, terdiri dari 57 siswa tingkat SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Pemkab
Bekasi masih melakukan proses verifikasi dan validasi untuk memenuhi sisa kuota peserta didik. Data awal penerimaan bersumber dari Kementerian Sosial yang kemudian diverifikasi bersama pemerintah daerah, kecamatan, desa, RT/RW, pendamping PKH, Regsos, IPSM, serta unsur sosial lainnya.
Alamsyah menambahkan, pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi berlangsung dalam waktu relatif singkat. Sekitar delapan bulan sebelumnya, lokasi tersebut masih berupa persawahan.
"Delapan bulan yang lalu ini masih sawah yang diolah dan ditanami padi. Alhamdulillah karena kolaborasi bersama seluruh stakeholder, dari perencanaan kemudian hasil advokasi, akhirnya bisa hadir di Kabupaten
Bekasi," ungkapnya.
Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik dan pada akhirnya membantu meningkatkan kondisi ekonomi keluarga. "Sekolah Rakyat ini satu sekolah, seribu mimpi dan sejuta prestasi," pungkas Alamsyah. (R)
beritaTerkait
komentar