Program pertukaran pelajar juga menjadi sarana untuk memperkuat karakter siswa dalam kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut sejalan dengan nilai Bermasyarakat dalam Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH).
Perwakilan Kedutaan Besar
Jepang di Jakarta, Koda Kyoko, mengapresiasi program tersebut karena memberikan kesempatan kepada generasi muda Indonesia dan
Jepang untuk belajar sekaligus membangun persahabatan.
Menurut Koda, interaksi dalam program pertukaran pelajar dapat menumbuhkan nilai gotong royong, kerja sama, saling menghormati, toleransi, keadilan, kesetaraan, serta tanggung jawab terhadap lingkungan.
"Program pertukaran ini sangat penting karena memberikan kesempatan kepada generasi muda
Jepang dan Indonesia untuk belajar dan mengembangkan persahabatan. Persahabatan yang dibangun atas dasar saling memahami akan memperkaya kehidupan mereka di masa depan," ujar Koda.
Sementara itu, Director of the International Education Planning Section TMBoE, Matsunaga Takeshi, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Kemendikdasmen dalam pelaksanaan program tersebut.
Menurut Matsunaga, kunjungan siswa
Tokyo ke Indonesia tidak sekadar memberikan pengalaman wisata dan budaya. Program tersebut juga membuka kesempatan bagi siswa untuk memahami kehidupan masyarakat Indonesia, menghargai nilai-nilai yang dimiliki masyarakat internasional, serta membangun persahabatan yang dapat berlanjut setelah program berakhir.
"Pertukaran pendidikan memainkan peran penting dalam memperkuat saling pengertian antara kedua negara," kata Matsunaga.
Melalui program student exchange visit,
Kemendikdasmen dan TMBoE berkomitmen menjadikan pendidikan sebagai jembatan untuk memperluas pengalaman, memperkuat pemahaman lintas budaya, serta membangun hubungan persahabatan antara generasi muda Indonesia dan
Jepang. (R)
beritaTerkait
komentar