Minggu, 30 Agustus 2026

59 Sekolah di Simeulue Direvitalisasi, Pemerintah Kucurkan Puluhan Miliar untuk Perkuat Pendidikan

Minggu, 30 Agustus 2026 19:20 WIB
59 Sekolah di Simeulue Direvitalisasi, Pemerintah Kucurkan Puluhan Miliar untuk Perkuat Pendidikan
Peresmian dilakukan secara simbolis di SMK Negeri 1 Sinabang, Selasa (25/8/2026).

Simeulue (buseronline.com) - Pemerintah terus memperkuat pemerataan akses pendidikan di wilayah terluar Indonesia.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, sebanyak 59 satuan pendidikan di Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, yang telah menyelesaikan program revitalisasi tahun anggaran 2025, resmi diresmikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti.

Peresmian dilakukan secara simbolis di SMK Negeri 1 Sinabang, pada 25 Agustus 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas fasilitas belajar sekaligus mengurangi kesenjangan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Abdul Mu'ti mengatakan, pembangunan pendidikan di Indonesia harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya melalui pembangunan dan perbaikan gedung sekolah, tetapi juga melalui penguatan kualitas pembelajaran, budaya pendidikan, serta dukungan regulasi.

Ia menegaskan, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh pendidikan yang bermutu.

"Dua tahun awal kepemimpinan di kementerian ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden untuk membangun generasi Indonesia yang unggul berkualitas, kami memiliki visi pendidikan bermutu untuk semua," kata Abdul Mu'ti.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Simeulue mengakui masih banyak fasilitas pendidikan yang membutuhkan perhatian. Kondisi geografis Simeulue sebagai wilayah kepulauan menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan sarana dan prasarana pendidikan.

Bupati Simeulue Letkol (Purn) Mohammad Nasrun Mikaris menyebut terdapat 1.366 ruang kelas di daerah tersebut. Dari jumlah itu, baru 298 ruang kelas yang berada dalam kondisi baik. Sementara itu, sebanyak 1.068 ruang kelas masih membutuhkan rehabilitasi.

"Dari sarana prasarana saat ini tersedia sebanyak 1.366 ruang kelas. Namun demikian, masih terdapat tantangan besar dalam pemenuhan dan peningkatan kualitas sarana pendidikan," ujar Nasrun.

Karena itu, dukungan anggaran dari pemerintah pusat dinilai sangat penting untuk mempercepat perbaikan fasilitas pendidikan di Simeulue.

Program revitalisasi pendidikan di Simeulue pada tahun anggaran 2025 dan 2026 telah menyerap anggaran sekitar Rp37,4 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk memperbaiki 50 PAUD, 48 SD, dan 22 SMP.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga memberikan dukungan digitalisasi pembelajaran berupa 182 unit Interactive Flat Panel (IFP) dan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah pusat bahkan memproyeksikan peningkatan anggaran revitalisasi hingga Rp69,7 miliar. Dana tersebut akan diarahkan untuk revitalisasi 92 PAUD, 9 SD, dan 5 SMP di Simeulue.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Murthalamuddin mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap pendidikan di Simeulue.

Ia berharap dukungan tersebut dapat terus ditingkatkan sehingga persoalan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah kepulauan dapat ditangani secara bertahap.

"Mudah-mudahan ini akan terus ditingkatkan, saya rasa sepanjang sejarah, ini paling banyak alokasi untuk pendidikan," kata Murthalamuddin.

Dampak revitalisasi dirasakan langsung oleh para siswa. Zahra Fathina Nasution, siswi SMK Negeri 1 Sinabang, mengaku bersyukur karena ruang kelas tempatnya belajar telah direnovasi dan dibangun kembali.

Menurutnya, kondisi sekolah yang lebih baik membuat siswa dapat belajar dengan lebih aman, nyaman, dan fokus.

"Kami sangat bersyukur bangunan kelas tempat kami belajar sudah direnovasi dan dibangun ulang sehingga kami bisa merasakan belajar aman dan nyaman," ujar Zahra.

Selain meresmikan 59 satuan pendidikan hasil revitalisasi tahun anggaran 2025, Abdul Mu'ti juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan di SD Plus Muhammadiyah Sinabang.

Peletakan batu pertama tersebut menjadi simbol keberlanjutan komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pendidikan di Simeulue.

Pemerintah berharap pembenahan fasilitas pendidikan, yang disertai dengan digitalisasi pembelajaran, dapat membuka kesempatan yang lebih setara bagi anak-anak di wilayah terluar untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Berikan Dukungan Psikososial bagi Murid dan Guru Terdampak Gempa NTT
10 Tahun NGTS, Kemendikdasmen Dorong Sekolah Jadi Agen Perubahan Gizi Anak
Kemendikdasmen Targetkan 90.447 Guru SD Ikuti Pelatihan Bahasa Inggris
Kemendikdasmen Luncurkan DigiSkillBadge untuk Perkuat Rekam Jejak Kompetensi Murid SMK
Gempa Flores Berdampak pada 1.378 Satuan Pendidikan, Pembelajaran Tetap Berjalan
Kemendikdasmen Pastikan Hak Belajar Murid Tetap Berjalan di Tengah Karhutla Kalimantan
komentar
beritaTerbaru