Ia berharap dukungan tersebut dapat terus ditingkatkan sehingga persoalan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah kepulauan dapat ditangani secara bertahap.
"Mudah-mudahan ini akan terus ditingkatkan, saya rasa sepanjang sejarah, ini paling banyak alokasi untuk pendidikan," kata Murthalamuddin.
Dampak revitalisasi dirasakan langsung oleh para siswa. Zahra Fathina Nasution, siswi SMK Negeri 1 Sinabang, mengaku bersyukur karena ruang kelas tempatnya belajar telah direnovasi dan dibangun kembali.
Menurutnya, kondisi sekolah yang lebih baik membuat siswa dapat belajar dengan lebih aman, nyaman, dan fokus.
"Kami sangat bersyukur bangunan kelas tempat kami belajar sudah direnovasi dan dibangun ulang sehingga kami bisa merasakan belajar aman dan nyaman," ujar Zahra.
Selain meresmikan 59 satuan pendidikan hasil revitalisasi tahun anggaran 2025, Abdul Mu'ti juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan di SD Plus Muhammadiyah Sinabang.
Peletakan batu pertama tersebut menjadi simbol keberlanjutan komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pendidikan di Simeulue.
Pemerintah berharap pembenahan fasilitas pendidikan, yang disertai dengan digitalisasi pembelajaran, dapat membuka kesempatan yang lebih setara bagi anak-anak di wilayah terluar untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas. (R)
beritaTerkait
komentar