Jumat, 16 Oktober 2026

59 Sekolah di Simeulue Direvitalisasi, Pemerintah Kucurkan Puluhan Miliar untuk Perkuat Pendidikan

Minggu, 30 Agustus 2026 19:20 WIB
59 Sekolah di Simeulue Direvitalisasi, Pemerintah Kucurkan Puluhan Miliar untuk Perkuat Pendidikan
Peresmian dilakukan secara simbolis di SMK Negeri 1 Sinabang, Selasa (25/8/2026).

Simeulue (buseronline.com) - Pemerintah terus memperkuat pemerataan akses pendidikan di wilayah terluar Indonesia.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, sebanyak 59 satuan pendidikan di Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, yang telah menyelesaikan program revitalisasi tahun anggaran 2025, resmi diresmikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti.

Peresmian dilakukan secara simbolis di SMK Negeri 1 Sinabang, pada 25 Agustus 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas fasilitas belajar sekaligus mengurangi kesenjangan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Abdul Mu'ti mengatakan, pembangunan pendidikan di Indonesia harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya melalui pembangunan dan perbaikan gedung sekolah, tetapi juga melalui penguatan kualitas pembelajaran, budaya pendidikan, serta dukungan regulasi.

Ia menegaskan, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh pendidikan yang bermutu.

"Dua tahun awal kepemimpinan di kementerian ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden untuk membangun generasi Indonesia yang unggul berkualitas, kami memiliki visi pendidikan bermutu untuk semua," kata Abdul Mu'ti.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Simeulue mengakui masih banyak fasilitas pendidikan yang membutuhkan perhatian. Kondisi geografis Simeulue sebagai wilayah kepulauan menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan sarana dan prasarana pendidikan.

Bupati Simeulue Letkol (Purn) Mohammad Nasrun Mikaris menyebut terdapat 1.366 ruang kelas di daerah tersebut. Dari jumlah itu, baru 298 ruang kelas yang berada dalam kondisi baik. Sementara itu, sebanyak 1.068 ruang kelas masih membutuhkan rehabilitasi.

"Dari sarana prasarana saat ini tersedia sebanyak 1.366 ruang kelas. Namun demikian, masih terdapat tantangan besar dalam pemenuhan dan peningkatan kualitas sarana pendidikan," ujar Nasrun.

Karena itu, dukungan anggaran dari pemerintah pusat dinilai sangat penting untuk mempercepat perbaikan fasilitas pendidikan di Simeulue.

Program revitalisasi pendidikan di Simeulue pada tahun anggaran 2025 dan 2026 telah menyerap anggaran sekitar Rp37,4 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk memperbaiki 50 PAUD, 48 SD, dan 22 SMP.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga memberikan dukungan digitalisasi pembelajaran berupa 182 unit Interactive Flat Panel (IFP) dan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah pusat bahkan memproyeksikan peningkatan anggaran revitalisasi hingga Rp69,7 miliar. Dana tersebut akan diarahkan untuk revitalisasi 92 PAUD, 9 SD, dan 5 SMP di Simeulue.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Murthalamuddin mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap pendidikan di Simeulue.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dorong Pengawas Sekolah Tingkatkan Kompetensi dan Kualitas Pembelajaran
Siswa SMAN 1 Taman Ciptakan ART-MATIKS, Inovasi Batik Sidoarjo Berbasis Matematika dan AI
Rumah Pendidikan Hadirkan Pembelajaran Interaktif, Bantu Guru dan Siswa di SMA Negeri 80 Jakarta
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dorong Sekolah Jadikan Lingkungan sebagai Sumber Belajar
Siswa SMAN 1 Taman Ciptakan ART-MATIKS, Inovasi Batik Sidoarjo Berbasis Matematika dan AI
Revitalisasi Dua Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Ditargetkan Rampung Desember 2026
komentar
beritaTerbaru