Jakarta (buseronline.com) - Polri memperkuat upaya peningkatan literasi digital melalui penyelenggaraan Training of Trainers (ToT) Program Paham Artificial Intelligence (AI) Tahun 2026 di Jakarta, Selasa.
Dilansir dari laman Humas
Polri, program ini bertujuan mencetak para trainer yang akan mengedukasi
pelajar mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan secara aman, etis, dan bertanggung jawab.
Sebanyak 65 peserta mengikuti pelatihan tersebut, terdiri atas 55 personel calon trainer dari 11 Polda pilot project dan 10 Master Trainer dari Polda Jawa Tengah. Setelah mengikuti pelatihan, para peserta akan menjadi pengajar Program Paham AI di wilayah Polda dan Polres masing-masing.
Karo Tekkom Divtik
Polri Brigjen Pol Indarto mengatakan, edukasi AI perlu dilakukan sejak dini karena penggunaan teknologi tersebut di kalangan
pelajar semakin masif.
Berdasarkan riset terhadap 11.550 pelajar di Jawa Tengah, sebanyak 94 persen siswa mengaku telah mampu menggunakan AI, namun sebagian besar mempelajarinya secara mandiri.
Kondisi tersebut, menurut Indarto, berpotensi menimbulkan berbagai risiko jika tidak diimbangi dengan pemahaman mengenai etika dan keamanan digital.
"Adik-adik itu berpotensi untuk menjadi korban kejahatan di bidang AI, berpotensi juga menjadi pelaku. Nah untuk itu kita cegah, kita mitigasi dengan cara seperti ini," ujarnya.
Polri menargetkan Program Paham AI dapat menjangkau sedikitnya 10 juta
pelajar di seluruh Indonesia. Untuk mewujudkan target tersebut, pelaksanaan program akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
"Target kita sebetulnya fantastik ya, kita ingin sebanyak mungkin, bahkan kita targetkan secara kuantitatif itu setidaknya 10 juta siswa," kata Indarto.
Ia menegaskan, keberhasilan program tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, sekolah, guru, orang tua, dinas pendidikan, hingga pemerintah memiliki peran penting dalam membangun ekosistem digital yang sehat bagi generasi muda.
"Kita tidak bergerak sendiri. Kita bermitra dengan Kementerian Pendidikan. Tidak mungkin polisi akan dapat jalan sendiri, kita bermitra sama-sama," ujarnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, penguasaan AI harus dibarengi dengan pembentukan karakter dan pemahaman etika agar teknologi dapat dimanfaatkan secara positif.
"Acara hari ini merupakan salah satu bagian penting bagaimana kita menyiapkan generasi muda yang berkarakter, kemudian melek kecerdasan artifisial, dan yang tidak kalah penting bagaimana memanfaatkannya dengan berstandar etik," kata Tatang.
Melalui Program Paham AI,
Polri dan Kemendikdasmen berharap dapat membangun ekosistem digital yang aman, sehat, dan produktif. Para trainer yang telah mengikuti ToT selanjutnya akan memberikan edukasi kepada
pelajar SMA, SMK, dan sederajat mengenai pemanfaatan AI, etika digital, keamanan siber, serta pencegahan risiko kejahatan berbasis kecerdasan buatan. (R)
beritaTerkait
komentar