"Kita tidak bergerak sendiri. Kita bermitra dengan Kementerian Pendidikan. Tidak mungkin polisi akan dapat jalan sendiri, kita bermitra sama-sama," ujarnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, penguasaan AI harus dibarengi dengan pembentukan karakter dan pemahaman etika agar teknologi dapat dimanfaatkan secara positif.
"Acara hari ini merupakan salah satu bagian penting bagaimana kita menyiapkan generasi muda yang berkarakter, kemudian melek kecerdasan artifisial, dan yang tidak kalah penting bagaimana memanfaatkannya dengan berstandar etik," kata Tatang.
Melalui Program Paham AI,
Polri dan Kemendikdasmen berharap dapat membangun ekosistem digital yang aman, sehat, dan produktif. Para trainer yang telah mengikuti ToT selanjutnya akan memberikan edukasi kepada
pelajar SMA, SMK, dan sederajat mengenai pemanfaatan AI, etika digital, keamanan siber, serta pencegahan risiko kejahatan berbasis kecerdasan buatan. (R)
beritaTerkait
komentar