Rabu, 02 September 2026

SMK Maung Gandeng Dunia Usaha, Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Wirausaha

Rabu, 15 Juli 2026 10:25 WIB
SMK Maung Gandeng Dunia Usaha, Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Wirausaha
Ilustrasi Pemprov Jabar integrasikan Sekolah Maung dengan Industri.

Bandung (buseronline.com) - Pengelola Sekolah Manusia Unggul (Maung) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pelaku usaha di Jawa Barat sebagai upaya mengintegrasikan dunia pendidikan dengan industri.

Dilansir dari laman Jabarprov, kerja sama tersebut diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan meningkatkan kualitas lulusan SMK.

Penandatanganan MoU yang berlangsung di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Senin, melibatkan 13 sekolah menengah kejuruan (SMK) dan 26 perwakilan dunia usaha.

Beberapa perusahaan yang terlibat di antaranya PT Solu Filantropi Teknologi, PT Usaha Adi Sanggoro, Hotel Novotel Bogor, dan PT Sepa Coklat Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto mengatakan Jawa Barat memiliki potensi besar dalam penguatan pendidikan vokasi melalui kemitraan dengan dunia industri.

Tercatat, terdapat 1.123 industri potensial yang dapat mendukung peningkatan mutu lulusan SMK di Jawa Barat. Selain itu, saat ini terdapat 13 SMK Maung di Jawa Barat yang memiliki 99 konsentrasi keahlian yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan industri.

"Industri bisa menjadi living lab bagi anak-anak sehingga mereka mengetahui keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja," ujar Purwanto.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menilai kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam menjawab berbagai tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi daerah.

Menurutnya, sinergi antara dunia pendidikan dan industri perlu terus diperkuat, terutama dalam menghadapi bonus demografi yang akan dialami Indonesia dalam lima tahun mendatang.

"Anak-anak kita nanti pada 2045 menjadi future leader, menjadi para pemimpin masa depan, bukan sebaliknya menjadi beban masa depan," kata Herman.

Ia menambahkan, apabila bonus demografi tidak dikelola dengan baik, Indonesia berpotensi menghadapi jebakan kelas menengah (middle income trap).

Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Melalui kerja sama ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap lulusan SMK tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki kemampuan berwirausaha dan daya saing yang tinggi di masa depan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Disarpus Bandung Perluas Literasi, Hadirkan Program Digital hingga Wisata Edukasi
Dua Serdik Sespimma Bantu Amankan Sopir Grab yang Diduga Dianiaya Penumpang di Lembang
Bandung Great Sale 2026 Hampir Tembus 8.000 Pengunjung, Transaksi Ditargetkan Capai Rp1,5 Miliar
10 Pelajar Bandung Wakili Indonesia di Youth Leadership Camp Malaysia
Satpol PP Kota Bandung Tindak 145 Pelanggaran Perda, Denda Capai Rp176,6 Juta
Jabar Perkuat Pendidikan Kesetaraan untuk Dongkrak IPM
komentar
beritaTerbaru