Teluk Bintuni (buseronline.com) - Pemerintah terus memperkuat transformasi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital untuk menghadirkan akses pembelajaran berkualitas hingga ke wilayah terpencil.
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, komitmen tersebut ditunjukkan dalam kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, ke
Teluk Bintuni, Jumat.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 yang menitikberatkan pada penguatan layanan pendidikan melalui program digitalisasi pembelajaran.
Dalam program tersebut, Kemendikdasmen menyalurkan berbagai perangkat pembelajaran digital berupa Interactive Flat Panel (IFP), laptop, serta media penyimpanan konten pembelajaran kepada sekolah-sekolah di
Teluk Bintuni.
Menteri Abdul Mu'ti mengatakan, teknologi pembelajaran menjadi salah satu solusi utama untuk mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah, khususnya di daerah terpencil.
"Pada tahun 2025, Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan IFP kepada 167 satuan pendidikan di Kabupaten
Teluk Bintuni. Bantuan tersebut meliputi 85 SD, 36 SMP, 27 PAUD, 18 SMA, dan 1 SMK," ujar Abdul Mu'ti di sela kunjungannya.
Menurutnya, Teluk Bintuni menjadi salah satu daerah penerima program digitalisasi pendidikan terbesar di Papua Barat. Tak hanya itu, Abdul Mu'ti juga membawa kabar baik terkait keberlanjutan program digitalisasi pendidikan pada tahun 2026. Ia menyampaikan bahwa setiap sekolah penerima bantuan akan memperoleh tambahan tiga unit IFP.
"Tahun lalu, program digitalisasi pendidikan dilakukan melalui bantuan satu perangkat IFP untuk setiap satuan pendidikan. Insyaallah pada tahun 2026, setiap sekolah akan mendapatkan tambahan tiga IFP sehingga masing-masing sekolah nantinya memiliki total empat perangkat pendukung pembelajaran digital," katanya.
Selain penambahan perangkat, Kemendikdasmen juga menyiapkan dukungan lain berupa pelatihan guru, bantuan laptop, paket pembelajaran digital, serta penguatan infrastruktur pendukung.
Untuk mendukung penggunaan perangkat digital secara optimal, Kemendikdasmen bekerja sama dengan PT PLN dalam program penambahan daya listrik sekolah secara gratis.
"Langkah strategis ini dilakukan agar sekolah-sekolah di daerah dapat memanfaatkan teknologi pembelajaran secara maksimal tanpa terkendala keterbatasan infrastruktur dasar," tambah Abdul Mu'ti.
Ia menegaskan, keberhasilan transformasi digital pendidikan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan perangkat, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang menggunakannya.
Karena itu, melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua Barat, pemerintah melaksanakan program pendampingan berupa sosialisasi, mentoring, dan coaching kepada sekolah penerima bantuan.
beritaTerkait
komentar